Heboh Tanah Bergerak Pascagempa, Banda Aceh Juga Masuk Daerah Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Ahli

Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Banda Aceh masuk daerah rawan terjadi likuifaksi.

Heboh Tanah Bergerak Pascagempa, Banda Aceh Juga Masuk Daerah Rawan Likuifaksi, Ini Penjelasan Ahli
Capture Website LIPI
Likuifaksi Wilayah Banda Aceh 

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Fenomena lumpur bergerak atau likuifaksi di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah, seperti menyadarkan kita akan adanya ancaman bahaya lain selain tsunami, yang mengintai setelah terjadi gempa.

Likuifaksi terjadi jika ada goncangan gempa kuat di suatu wilayah. Manifestasi likuifaksi pun beragam mulai dari semburan pasir yang berpadu air, amblesan, retakan lateral atau lurus merobek permukaan tanah.

Hasil penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), selain Sulawesi Tengah, ada beberapa daerah lain di Indonesia yang juga rawan terjadi likuifaksi, salah satunya Kota Banda Aceh.

Hal itu disebutkan Peneliti LIPI, Adrin Tohari, dalam sebuah wawancara dengan Metro TV beberapa hari lalu yang dikutip Serambinews.com, Jumat (5/10/2018).

Viral! Tanah Bergerak Pasca Gempa Donggala, Ini Penjelasan Ahli

Usai Gempa di Palu, Muncul Fenomena Tanah Bergerak yang Sebabkan Bangunan Bergeser

5 Fakta Gempa dan Tsunami Palu, Dari Rebutan Makanan Hingga Fenomena Tanah Bergerak

"Beberapa daerah di Indonesia juga rawan likuifaksi, di antaranya Kota Banda Aceh, Padang, Bengkulu, Cilacap, Bantul dan Lombok Utara," katanya.

Penelusuran Serambinews.com, LIPI ternyata pernah melakukan riset potensi likuifaksi di Banda Aceh pada tahun 2006.

Riset itu dilakukan untuk melihat dampak dari gempa dan tsunami 2004.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pasca gempa dan tsunami 26 Desember 2004.
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pasca gempa dan tsunami 26 Desember 2004. ()

Penelitian dilakukan oleh Adrin Tohari, Khori Sugianti, Arifan Jaya Syahbana dan Eko Soebowo.

Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan, Vol 25, No 2 (2015), 159-167, dan dapat diakses di website LIPI (klik di sini).

Terungkap! Tsunami Palu Terjadi 6 Menit Setelah Gempa 7,4 SR Mengguncang Sulawesi Tengah

Setelah Gempa, 47,8 Hektar Wilayah Palu Amblas, Lebih dari 5000 Bangunan Rusak

Citra Satelit Ungkap Dampak Kerusakan Gempa dan Tsunami Palu

Halaman
123
Penulis: Yocerizal
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved