Dosen Pertanian Latih  Warga Kemas Keripik

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Jumat (5/10), menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat

Dosen Pertanian Latih  Warga Kemas Keripik
ist
Dekan Fakultas Hukum, Dr Fuadi MH, Rabu (12/9/2018) melantik pengurus Ikatan Alumni Fakultas Hukum (IKA-FH) Universitas Samudra (Unsam) Langsa di Gedung Serbaguna universitas setempat. Proses pelantikan IKA-FH berlangsung, setelah prosesi yudisium 69 Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum universitas setempat selesai. 

LANGSA - Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samudra (Unsam) Langsa, Jumat (5/10), menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melatih masyarakat atau nelayan dalam penerapan teknologi produksi dan packaging atau pengemasan, untuk peningkatan daya saing usaha keripik ikan Bandeng.

Ketua pelaksana kegiatan Supristiwendi SP, M.Si, yang didampingi anggotanya Boy Riza Juanda, SP, MP dan Ir Rosmaiti, MP, kepada Serambi, mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kegiatan yang didanai oleh LPPM dan PM Unsam melalui proposal yang lolos dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2018.

Menurutnya, usaha pengolahan ikan bandeng yang berbentuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau industri rumah tangga di Kota Langsa belum banyak dijumpai. Sehingga para dosen ikut bergerak merangsang masyarakat dalam peningkatan usaha ekonomi keluarganya itu.

Ditambahkannya, industri rumah tangga atau Usaha Kecil dan Menengah yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Poklahsar Usaha Bunda, yang terletak di Dusun Damai Gampong Kuala Langsa yang dikelola oleh Ibu Maimunah.

Pengolahan ikan bandeng menjadi keripik ini merupakan usaha rintisan yang sejauh ini mulai dikenal dan banyak diminati sebagai lauk pauk oleh masyarakat khususnya Langsa. Karena disamping rasanya enak, juga harganya lebih murah dan terjangkau dibanding makanan yang lain.

“Sehingga untuk memenuhi kebutuhan konsumen, maka pihak industri kecil dituntut untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil usahanya tersebut,” jelasnya.

Supristiwendi menambahkan, melalui program usulan kegiatan pengabdian ini dan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilaksanakan, tim pengabdi mencoba menawarkan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan sentuhan iptek yaitu melalui kegiatan pokok.

Pertama, peningkatan kualitas SDM, pembinaan dan pendampingan untuk melakukan praktik pengolahan kerupuk ikan secara hygienis. Kedua, memberikan sarana produksi untuk mempermudah pengemasan sehingga kemasan produk terlihat lebih rapi.(zb)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved