Lusa, Haizir Dilantik  Jadi Dirut Bank Aceh

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, dijadwalkan melantik Haizir Sulaiman SH MH sebagai (Dirut)

Lusa, Haizir Dilantik  Jadi Dirut Bank Aceh
Haizir Sulaiman

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, dijadwalkan melantik Haizir Sulaiman SH MH sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah (BAS) periode 2018-2022 di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (8/10) lusa pukul 09.00 WIB. Seperti diketahui gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Aceh Syariah.

Informasi ini awalnya sudah beredar sejak pagi hari kemarin. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Rahmat Raden, yang dikonfirmasi Serambi membenarkan informasi ini. “Kemarin (dua hari lalu) staf dari Bank Aceh sudah koordinasi dengan Biro Umum soal undangan. Sedangkan kami dari Biro Humas dan Protokol sedang menyiapkan prosesi dan administrasi pelantikannya,” kata Rahmat Raden.

Dikonfirmasi terpisah kemarin pagi, Haizir Sulaiman juga membenarkan informasi itu. “Ya saya sudah dihubungi Bapak Plt Gubernur Aceh dan diminta mempersiapkan diri untuk dilantik tanggal 8 Oktober 2018. Semoga semuanya berjalan seperti yang kita harapkan,” kata Haizir singkat.

Sementara itu, kemarin sore, Corporate Secretary Bank Aceh Syariah, Amal Hasan, menghubungi Serambi untuk memastikan informasi tersebut. Menurutnya, pelantikan dilakukan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Haizir Sulaiman, menyatakan yang bersangkutan lulus uji tersebut dan layak memimpin Bank Aceh. “Hal itu diperkuat dalam bentuk Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-141/D.03/2016 Tanggal 6 Agustus 2018,” kata Amal.

Sebelumnya, kata Amal, Haizir berhak untuk diuji kepatutan dan kelayakan oleh OJK karena sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Banda Aceh, 28 Februari 2018. Dalam RUPSLB diikuti 100 persen pemegang saham, mulai Gubernur Aceh selaku pemegang saham pengendali maupun seluruh bupati/wali kota se-Aceh, diputuskan Haizir sebagai calon Dirut Bank Aceh Syariah guna diajukan ke OJK Pusat untuk dilakukan fit and proper test.

Seperti diketahui, setelah pelantikan nantinya, Haizir yang selama ini berstatus Plt Dirut resmi menjabat Dirut Bank Aceh menggantikan Busra Abdullah yang meninggal 29 Desember 2017. Bank ini sudah konversi sepenuhnya ke sistem syariah sejak September 2016 atau saat Busra menjabat Dirut. Adapun Haizir sebelumnya juga menjabat Direktur Dana Jasa dan SDI Bank Aceh Syariah. Sebelum bank ini konversi ke syariah, yang bersangkutan menjabat Direktur Unit Syariah.

Seperti diketahui, PT Bank Aceh dulunya bernama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh. Pada 19 September 2016, Bank Aceh dikonversi sepenuhnya dari bank konvensional menjadi bank syariah. Setelah dikonversi alias menjadi syariah, Bank Aceh tumbuh sangat baik. Bukti yang paling kelihatan ialah ‘market share’ aset perbankan syariah berhasil menembus angka 5% setelah selama satu dekade konsisten bertahan di bawah 5%.

“Sampai dengan Mei 2017, market share aset perbankan syariah secara nasional tercatat 5,35%,” sebut Adnan Ganto MBA, bankir internasional asal Aceh yang juga Penasihat Gubernur Aceh Bidang Ekonomi dan Perbankan dalam sebuah tulisannya di Serambi Indonesia September lalu.

“Konversi Bank Aceh mendorong positif perkembangan dan pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia selama 2016-2017. Sejauh ini Bank Aceh Syariah menunjukkan pertumbuhan yang positif, baik dari sisi aset maupun kenerja keuangan,” kata Adnan Ganto yang menyatakan akan datang ke Banda Aceh untuk menghadiri pelantikan Haizir Sulaiman sebagai Dirut Bank Aceh Syariah.

Sebelumnya, pada masa Gubernur Zaini Abdullah, Adnan Ganto ditunjuk untuk mengetuai tim kajian konversi Bank Aceh dari konvensional ke syariah. (sal)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved