Poktan Masa Ate Juara Lomba Inovasi Perbenihan

Pinan Yungan dari Kelompok Tani (Poktan) Masa Ate, Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Surou, Kabupaten Aceh Singkil

Poktan Masa Ate Juara Lomba Inovasi Perbenihan
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, meninjau lokasi pengembangan bibit sawit unggul di Desa Bulusema, Suro, Kamis (8/2/2018). 

LANGSA - Pinan Yungan dari Kelompok Tani (Poktan) Masa Ate, Desa Pangkalan Sulampi, Kecamatan Surou, Kabupaten Aceh Singkil, berhasil meraih juara pertama lomba inovasi perbenihan tanaman pangan se-Aceh tahun 2018 dan berhak mendapatkan tiket umrah ke Tanah Suci.

Lomba inovasi perbenihan tanaman pangan se-Aceh ini digelar oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, sejak Kamis (4/10) dan ditutup Jumat (5/10), di Aula Hotel Harmoni Langsa.

Sementara peringkat kedua diraih Mustakbirin dari Kelompok Tani Sama Rata, Desa Matang Kumbang, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, dan berhak mendapatkan uang pembinaan Rp 18 juta.

Sedangkan peringkat ketiga diraih Muctaruddin, Kelompok Tani Meusapat Rakan, Desa Seuneubok Dalam Upah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang dan berhak atas uang pembinaan Rp 10 juta.

Kepala Distanbun Aceh, A Hanan SP MM, melalui Kasie Benih dan Perlintan TP, Habiburrahman STP MSc menyebutkan, ketiga ketua kelompok tani yang berhasil meraih juara 1, 2, dan 3 ini akan dibawa ke acara Gebyar Benih di Papua tahun 2019 mendatang.

Sementara itu, untuk pendamping pada lomba inovasi perbenihan tanaman pangan ini terpilih dari Kabupaten Aceh Jaya, dan akan dibawa ke acara Gebyar Benih di Makasar, pada 23 Oktober 2018.

Menurut Habiburrahman, persiapan lomba inovasi ini telah dilakukan selama 10 bulan sebelumnya. Sesuai kebijakan pemerintah Aceh dan kementerian terkait, lomba inovasi perbenihan sangat penting dilaksanakan.

Mengingat kehidupan suatu tanaman itu diawali dari benih yang baik. Apabila benih tidak bagus, percuma tanah yang subur, otomatis hasilnya tidak akan sebagus yang diharapkan. Namun benih yang bagus tentunya akan mendongkrak dan mampu meningkatkan produksi hasil tanaman.

Dikatakannya, lomba inovasi perbenihan tanaman pangan se-Aceh juga sebagai apresiasi yang diberikan pemerintah kepada penangkar benih agar terus meningkatkan benih tersebut. Ke depan acara seperti ini akan terus ditingkatkan.

“Dengan kehadiran penangkar benih dan pendamping, mari kita bersama-sama menjaga kuantitas benih kita, sehingga benih di Aceh akan menjadi tuan rumah sendiri dan juga bisa dipasarkan ke daerah lainnya,” tutupnya. (zb)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved