Breaking News:

Gempa Palu Sulawesi Tengah

Update Gempa Palu: Melalui Kompas Grup, Pembaca Koran Kompas Bantu Korban Gempa Sulteng

"Jadi ini Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) disumbang pembaca Kompas. Jadi kita yang koordinir sampai ke Palu, perjalanan 43 jam," ungkap Yuli Priyono

Editor: Muhammad Hadi
Tribun Timur/Darul Amri Lobubun
Kondisi pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, PALU, SULTENG - Pembaca Koran Kompas menyalurkan bantuan, melalui manajemen Kompas Grup ke korban gempa Palu, Sulteng.

Bantuan berupa beras, air mineral dan kebutuhan para korban sehari-hari ini baru tiba di Kota Palu, tepatnya di hotel Santika Palu, Sabtu (6/10/2018) sore.

Baca: Kisah Warga Aceh Saat Gempa dan Tsunami Palu, Naik ke Lantai 3 Hotel hingga Lari ke Bukit Silae

Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) ()

Regional GM Santika untuk Indonesia Timur, sekaligus Koordinator Posko Kota Makassar Yuli Priyono mengungkapkan, bantuan ini dari para pembaca Kompas.

"Jadi ini Dana Kemanusiaan Kompas (DKK) disumbang pembaca Kompas. Jadi kita yang koordinir sampai ke Palu, perjalanan 43 jam," ungkap Yuli Priyono.

Diwakilkan Kompas seperti Staf Dana Kemanusiaan Kompas, Sugiyanto dan Kompas Kota Makassar, memakai tiga truk, dua minibus dan satu pick up.

Baca: Beredar Video Detik-detik Tsunami Setelah Gempa 7,7 SR di Palu Sulawesi Tengah 28 September 2018

Kata Yuli tiga unit truk tersebut berisikan sembako, berupa beras sekitar lima ton, 600 dos air, telur ratusan rak, pakaian dalam, handuk, sprei dan lainnya.

"Nanti ini sembako kita distribusikan ke para relawan atau komunitas, mereka ini kesini baru nanri dibagikan. Tentu kita juga bagikan langsung," jelas Yuli. (dal)

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved