Demokrat Pecat Edi Obama

DPP Partai Demokrat resmi memecat Edi Saputra alias Edi Obama dari kader partai dan ketua Dewan Pimpinan Cabang

Demokrat Pecat Edi Obama
IQBAL FARABI, Sekretaris Demokrat Aceh

* Dianggap Melanggar AD/ART dan Etik Partai

BANDA ACEH - DPP Partai Demokrat resmi memecat Edi Saputra alias Edi Obama dari kader partai dan ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bireuen. Untuk mengisi kekosongan tersebut, DPP kemudian menunjuk Siti Aisyah SE sebagai pelaksana tugas (Plt).

Dalam Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Nomor 449/SK/DPP.PD/X/2018, disebutkan, Edi Obama diberhentikan dengan tidak hormat. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Sosilo Bambang Yudhoyono, dan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan, tanggal 5 Oktober 2018.

“Memberhentikan saudara Edi Saputra sebagai kader dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Bireuen secara tidak hormat,” demikian bunyi poin pertama surat keputusan tersebut yang salinannya diperoleh Serambi, Minggu (6/10).

Disebutkan pula bahwa salah satu pertimbangan DPP memutuskan hal itu adalah surat dari DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh Nomor: 097/PD.DPD/Aceh/X/2018 tanggal 29 September 2018 tentang usulan pemberhentian Edi Saputra.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Aceh, Iqbal Farabi, yang dihubungi Serambi, Sabtu (6/10) malam, menjelaskan, pemberhentian secara tidak hormat terhadap Edi Obama terpaksa dilakukan karena yang bersangkutan dianggap telah melanggar AD/ART partai.

“Yang bersangkutan telah melanggar AD/ART, peraturan organisasi, kode etik dan pakta integritas Partai Demokrat,” kata Iqbal melalui WhatsApp.

Namun, Iqbal tidak menjelaskan pelanggaran apa yang dilakukan Edi Obama sehingga dipecat. Iqbal juga tetap mendoakan agar Edi Obama sukses selepas tidak lagi menjabat Ketua Demokrat Bireuen. “Kami mendoakan semoga saudara Edi Syahputra sukses di tempat yang baru,” ujarnya.

Terkait Nova
Banyak pihak menduga pemecatan Edi Obama dari Partai Demokrat akibat perseteruannya dengan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Ir Nova Iriansyah yang juga Plt Gubernur Aceh.

Apalagi, sehari sebelum keluarnya surat usulan dari DPD atau tepatnya tanggal 28 September 2018, Edi Obama sempat mengunggah tulisan di laman Facebook yang khusus ditujukan kepada Nova Iriansyah.

Ia menuding Nova telah menjegalnya untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI dengan mencari-cari alasan yang tak pernah ia lakukan. “Kemudian Anda (Nova Iriansyah) menutupi komunikasi dengan saya tanpa alasan yang jelas,” tulis Edi Obama.

Dalam tulisannya tersebut, Edi Obama juga menyingung tentang sumbangan yang telah ia berikan untuk membantu pasangan Irwandi-Nova dalam Pilkada 2017 yang nilainya mencapai Rp 8 miliar termasuk juga pinjaman pribadi Nova Iriansyah.

Atas apa yang telah ia sampaikan tersebut, Edi Obama mengaku siap menerima konsekwensinya, baik itu dicoret dari caleg DPRA atau dipecat dari Ketua DPC Partai Demokrat Bireuen. Ia juga siap menerima apabila dirinya dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Selama saya masih hidup dan masih bisa bernapas, saya akan selalu menyampaikan kebenaran, walaupun saya seorang diri dan nyawa saya sebagai taruhannya,” tulis Edi Obama.(mas/yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved