GeRAK: Ungkap Aktor Utama

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra meminta Polres Aceh Barat mengungkap

GeRAK: Ungkap Aktor Utama
PENYIDIK Polres Aceh Barat memeriksa Kadis Pendidikan Aceh Barat, Bismi (kanan)sebagai saksi terkait kasus OTT (operasi tangkap tangan) melibatkan pejabat di Dinas Pendidikan setempat di Mapolres, Rabu (3/10).

* Terkait Kasus OTT Pejabat Disdik

MEULABOH - Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra meminta Polres Aceh Barat mengungkap aktor utama di balik kasus operasi tangkap tangan (OTT) dugaan punggutan liar (pungli) dana alokasi khusus (DAK) 2018 yang menyeret seorang pejabat Dinas Pendidikan setempat dan empat pelaku lain.

“Kita ingin kasus ini terbuka kepada publik agar terang benderang, dan terungkap siapa sebenarnya aktor utama atau dalang terhadap kasus tersebut,” kata Edy dalam keteranganya kepada wartawan, kemarin di Meulaboh. Menurutnya, yang menarik dari kasus ini adalah ada pengakuan pengutip bahwa seluruh tindakannya merupakan atas perintah sebagaimana pernah disampaikan pihak polisi.

“Dengan pernyataan pengakuan pengutip tersebut publik ingin mengetahui secara jelas siapa saja pimpinan yang menyebabkan pengutip mau melakukan tindakan yang melanggar hukum tersebut,” tegas Edy. Dia sebutkan pihaknya mengapresiasi langkah OTT yang dilakukan Polres Aceh Barat. Kasus tersebut dinilai menjadi peringatan bagi pejabat di dinas lain yang melakukan tindakan serupa.

“Tidak hanya di Disdik saja. Tentunya kita meminta Polres Aceh Barat untuk terus mengungkap setiap tindakan korupsi yang terjadi di wilayah hukum Aceh Barat,” ujar Edya. Seperti diberitakan sebelumnya Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, kepala SKB, seorang honorer di Disdik Aceh Barat, dan seorang rekanan sebagai tersangka setelah terjaring OTT dugaan pungli.

Kelimanya dibekuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat, Senin 20 Agustus 2018. Tim juga menyita barang bukti uang dari tersangka sebesar Rp 157,6 juta. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat laporan tentang adanya praktik pungli dan tindak pidana korupsi pada proyek DAK 2018 yang bersumber dari Pemerintah Pusat untuk pengadaan barang-barang pada 21 sekolah di Aceh Barat. Polisi membekuk pelaku ketika sedang melakukan penyerahan uang di musala sebuah bank di Meulaboh.

Sementara itu sumber Serambi kemarin di Polres Aceh Barat mengatakan berkas kasus OTT dugaan pungli tersebut dijadwalkan dalam pekan ini diserahkan ke jaksa. Penyerahan berkas setelah polisi memeriksa Kadis Pendidikan dan Sekretaris Pendidikan Aceh Barat pada pekan lalu. “Kalau tidak hari Senin pada hari Selasa rencana berkas perkara itu diserahkan ke jaksa,” katanya.

Selain itu, polisi juga sudah menjadwalkan akan memeriksa kembali Asisten II Setdakab Aceh Barat. Direncanakan pemeriksaan pejabat tersebut dilakukan pada Senin pekan ini. Sementara lima orang yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut kini masih ditahan di sel Mapolres Aceh Barat.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved