Lampuuk Kembali Telan Korban

Kawasan Babah Dua Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, kembali menelan korban

Lampuuk Kembali Telan Korban
TIM Basarnas melakukan pencarian Khaidir Mustajab (17) remaja Gampong Mesale, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, yang hilang terseret arus saat menyeberangi Krueng Aceh, di Gampong Lamlueng, bersama empat rekannya, Minggu (7/10). 

* Dua Mahasiswa ATEM Hilang Terseret Arus

BANDA ACEH - Kawasan Babah Dua Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, kembali menelan korban. Kali ini korbannya, dua mahasiswa asal Aceh Barat Daya dan Meulaboh, Aceh Barat yang menempuh pendidikan di Akademik Teknik Elektro Medik (ATEM) Muhammadiyah, Jalan Mr Muhammad Hasan, Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Minggu (7/10) sekitar pukul 17.30 Wib.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Farhan AP mengatakan, kedua Mahasiswa ATEM itu yakni Nanda Yolanda (25) asal Aceh Barat Daya (Abdya) dan Razi Daudi Ikbar (23) asal Meulaboh, Aceh Barat. “Lokasi kedua Mahasiswa ATEM yang hilang diseret arus persis dekat tebing Babah Dua, Pantai Lampuuk. Keduanya hilang terseret arus saat sedang mandi-mandi bersama sejumlah mahasiswa ATEM lainnya di kawasan tersebut tersebut,” kata Farhan yang dihubungi Serambi, Minggu (7/10).

Ia mengatakan, karena kondisi sudah malam, tim gabungan SAR yang menuju ke lokasi hanya bisa melakukan penyisiran di sekitar pantai dan mengandalkan alat penerangan. “Pencarian dihentikan pukul 20.00 Win (tadi malam, red). Malam hari memang tidak mungkin dilakukan pencarian. Insya Allah pencarian akan dilakukan kembali besok pagi (hari ini, red) dan tim mengharapkan rekan-rekan korban bisa mendampingi saat dilakukan pencarian,” kata Farhan di lokasi kejadian.

Peristiwa mahasiswa yang terseret arus di Pantai Lampuuk itu terjadi saat Tim Basarnas, BPBD, personel polsek dan koramil Indrapuri, relawan RAPI, Tagana Dinsos serta warga dan keluarga sedang mencari Khaidir Mustajab (17), remaja Masale, Kecamatan Indrapuri, yang hilang terseret arus. “Dua mahasiswa ATEM yang hilang terseret arus itu berawal dari laporan penjaga pantai Lampuuk kepada Tim SAR Airud Polda Aceh. Lalu, kabar itu diteruskan ke Tim Basarnas dan Pusdalops-BP BPBD Aceh Besar yang langsung bergerak ke lokasi,” sebut Farhan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Farhan AP didampingi petugas Pusdalops-PB BPBD Aceh Besar, Iqbal menjelaskan, Khaidir Mustajab siswa kelas 1 SMA itu dilaporkan hilang terseret arus saat menyeberang aliran Krueng Aceh, Gampong Lamlueng, Kecamatan Indrapuri, bersama empat teman-temannya yang berniat memancing. “Pada saat keempat anak-anak menyeberang, kondisi air sungai waktu itu kencang dan berkeruh, karena baru turun hujan,” pungkas Farhan.

Sementara itu Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto melalui Kapolsek Indrapuri, Ipda Mukhsin SH menjelaskan, empat rekan korban yang pergi bersama-sama saat itu dan memutuskan menyeberangi sungai tersebut, yakni Azrika Muniri (17), Ahmad Farhan (15), Fahrizal (14) dan Saryulis (15). “Pada saat korban terseret arus, teman-teman korban ini sempat meraih tangan korban. Tapi, kondisi air sungai yang cukup deras, berkeruh karena baru turun hujan, hingga dihentikan pencarian pukul 18.00 WIB, korban belum ditemukan,” kata Ipda Mukhsin, kepada Serambi, Minggu (7/10). Pencarian akan dilanjutkan kembali Senin (8/10) pagi ini,” pungkas Mukhsin.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved