Partai Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet ke Polisi, Ini Alasannya

Taufiq mengatakan, Partai Gerindra akhirnya melaporkan Ratna karena merasa kebohongan yang disampaikan sangat merugikan mereka.

Partai Gerindra Laporkan Ratna Sarumpaet ke Polisi, Ini Alasannya
Warta Kota/Adhy Kelana
Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan keterangan kepada wartawan mengenai kasus dugaan penganiayaan terhadap dirinya di kediamannya di Kampung Melayu kecil 5,Jakarta, Rabu (3/10). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA — Sekretaris Lembaga Advokasi Hukum Gerindra DKI Mohamad Taufiqurrahman mewakili Partai Gerakan Indonesia Raya atau Partai Gerindra melaporkan aktivis Ratna Sarumpaet ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dilayangkan pada Sabtu (6/10/2018), dengan nomor LP/5381/X/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Taufiq mengatakan, Partai Gerindra akhirnya melaporkan Ratna karena merasa kebohongan yang disampaikan sangat merugikan mereka.

"Dengan kasus ini, sejumlah kader kami termasuk Pak Prabowo sebagai ketua partai yang dilaporkan karena dianggap turut menyebarkan berita bohong. Padahal, ungkapan empati itu timbul karena cerita dari yang bersangkutan (Ratna) sendiri," ujar Taufiq, ketika dihubungi Kompas.com, Senin (8/10/2018).

Meski saat ini Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks, lanjut Taufik, Partai Gerindra menilai laporan ini harus tetap dilayangkan.

"Karena seolah-olah Partai Gerindra yang disudutkan. Padahal, kami pun tidak menyangka Ibu Ratna berhohong, karena kami sudah kenal lama, Pak Prabowo sudah kenal lama. Jadi, kami tidak berpikir kalau yang diceritakan adalah rekayasa," papar dia.

Dalam laporannya, Partai Gerindra menyangka Ratna telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian dan atau menyebarkan berita atau pemberitaan bohong.

Sekretaris Lembaga Advokasi Hukum Gerindra DKI Mohamad Taufiqurrahman menyebut, kasus penyebaran berita bohong yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet sangat merugikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Jadi, saya melaporkan atas nama Partai Gerindra, karena kami anggap kebohongan Ibu Ratna itu sangat merugikan ketum (ketua umum) kami, Pak Prabowo. Jadi, akibat kebohongan ini membuat saat ini akhirnya posisi Pak Prabowo disudutkan, seolah-olah terbentuk konspirasi," ujar Taufiq, saat dihubungi Kompas.com, Senin (8/10/2018).

Ia mengatakan, pihaknya telah melaporkan Ratna ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (6/10/2018).

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved