Tak Ada Lagi Dek Jol di Masjid Zadul Muad

BEBERAPA saat setelah tersiar kabar kebakaran toko (minimarket) Zakis di Keude Peureulak, Aceh Timur

Tak Ada Lagi Dek Jol di Masjid Zadul Muad

BEBERAPA saat setelah tersiar kabar kebakaran toko (minimarket) Zakis di Keude Peureulak, Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, anggota DPR Aceh mem-posting kabar duka itu di laman facebook-nya.

Iskandar yang dihubungi Serambi tadi malam membenarkan dirinya mem-posting berita duka tentang kebakaran Toko Zakis di kawasan Teupin Ceuradih, Peureulak, Aceh Timur. Kebakaran itu telah merenggut nyawa Zulfikar atau yang akrab dipanggil Dek Jol bersama istrinya, Meli Mastura dan putra mereka yang masih berumur 1,5 tahun bernama Mulkam El Azhar.

Iskandar menulis, seusai subuh, Minggu (7/10), dirinya menerima kabar yang sangat mengejutkan, tentang meninggalnya Dek Jol bersama anak dan istrinya akibat kebakaran yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Zulfikar yang akrab disapa Dek Jol, menurut Iskandar adalah sepupu dari istrinya. Dari cerita dan pengakuan yang berkembang, Dek Jol bersama istri dan anaknya terperangkap dalam kobaran api di dalam kamar (lantai atas) toko. Namun mengenai penyebab pasti kebakaran belum diketahui. “Almarhum bersama istri dan anaknya ditemukan oleh petugas pemadam dalam keadaan berpelukan di dalam kamar,” tulis Iskandar.

Dalam tulisannya, Iskandar juga menceritakan, saat dirinya berbelanja beberapa sak beras (di Toko Zakis) untuk diantar ke rumah warga duafa di Peureulak Timur sekitar tiga bulan lalu, istri almarhum sempat mengabarkan jika selama ini mereka sekeluarga tinggal di ruko (lantai atas), tempat mereka membuka usaha (minimarket). “Dek Jol yang saya kenal selama hidupnya memang sangat peramah, murah senyum, dan selalu punya sifat membantu,” tulis Iskandar tentang sosok Dek Jol.

Pada 29 September lalu, lanjut Iskandar, terakhir dirinya berkomunikasi dengan Dek Jol via WA, lantaran ada warga yang meminta bantuan beras. Seperti biasa, Iskandar mengarahkan warga datang ke Dek Jol. Dek Jol pun selalu membantu meski berkomunikasi via WA atau telepon. Termasuk juga kebutuhan syrup dan sembako untuk kebutuhan di lapangan, yang kemudian dilunasi beberapa hari setelah itu.

“Kini, engkau, istri, dan si buah hatimu telah tiada adindaku, engkau dapatkan pahala syahid dalam musibah ini. Engkau juga sangat baik dengan semua keluarga besar. Selamat jalan Dek Jol, hanya doa yang dapat kami panjatkan. Insya Allah, Allah SWT menempatkanmu dan keluargamu di surga jannatunnaim. Aminn.”

Subuh terakhir
Dalam update statusnya, Iskandar kembali melukiskan kesedihan mendalam keluarga besar dan teman-teman di Peureulak atas musibah ini. Maklum, sosok almarhum Dek Jol dikenal gigih termasuk ringan tangan membantu orang lain. Ia juga aktif di acara-acara keluarga.

Iskandar menulis, “Sabtu kemarin menjadi subuh terakhir Dek Jol di Masjid Zadul Muad, Peureulak. Cerita itu saya dapatkan dari sahabat saya yang juga tetangga Toko Zakis yakni Rizalihadi. (Rizal melaporkan) pada subuh Sabtu itu bersama-sama Dek Jol melaksanakan shalat berjamaah Masjid Zadul Huda.”

Namun, Allah berkehendak lain. Sebelum sempat melaksanakan shalat subuh pada Minggu kemarin, musibah itu terjadi. Dek Jol bersama istri dan anaknya dipanggil Sang Khalik. Kini, tak ada lagi sosok Dek Jol di Masjid Zadul Huda. Janji Allah telah berlaku atas dirinya. “Allah lebih sayang kepada mereka bertiga sehingga cepat dipanggil dan kita juga pasti akan menyusul,” begitu tulis Iskandar Usman Al-Farlaky di bagian akhir postingannya.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved