BPBA Revitalisasi Sistem Komunikasi Darurat Bencana

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, HT Ahmad Dadek mengingatkan tentang pentingnya penyiapan sistem komunikasi

BPBA Revitalisasi Sistem Komunikasi Darurat Bencana
SERAMBI/M Nasir Nurdin
HT AHMAD DADEK,Kalak BPBA

BANDA ACEH - Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, HT Ahmad Dadek mengingatkan tentang pentingnya penyiapan sistem komunikasi siaga bencana agar ketika bencana terjadi komunikasi tetap berjalan dengan baik.

“Revitalisasi sistem komunikasi untuk darurat bencana menjadi sesuatu yang sangat penting mendapat perhatian kita semua, baik internal BPBA maupun mitra kerja,” kata Teuku Dadek ketika memimpin rapat koordinasi revitalisasi sistem komunikasi BPBA di aula BPBA, Banda Aceh, Senin (8/10).

Rakor tersebut diikuti unsur SKPA dan mitra kerja terkait seperti Dinas Kominfo dan Persandian, Kantor SAR Aceh, Stasiun Meteorologi dan Geofisika Mataie, TDMRC, Forum PRB Aceh, ORARI, RAPI, Indosat, Telkomsel, XL Asiata, dan PT H3I.

“Saya perlu mendapat penjelasan dari saudara-saudara semua, baik internal BPBA maupun mitra kerja tentang sistem komunikasi yang kita miliki jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” kata Dadek mempertanyakan.

Menurut Dadek, secara internal BPBA pihaknya akan memprioritaskan pendataan dan optimalisasi peralatan komunikasi yang dimiliki termasuk mengevaluasi teknologi yang digunakan.

Dadek juga menegaskan, mulai 26 Oktober 2018 dan seterusnya peralatan radio komunikasi yang dimiliki BPBA akan digunakan secara total pada aktivisasi sirine tsunami. Artinya, kata Dadek, koordinasi antara Pusdalops BPBA dengan tim lapangan maupun antara Stasiun Meteorologi dan Geofisika dengan Kalak BPBA yang akan memerintahkan aktivisasi harus menggunakan radio komunikasi. “Kita harus menghadirkan kondisi bencana dalam ujicoba sirine tsunami tersebut. Karenanya sistem komunikasi darurat yang ada di BPBA harus dipastikan berfungsi dengan baik,” tandas Dadek.

Selain akan mengoptimalkan berbagai peralatan yang dimiliki BPBA, Dadek juga mempertanyakan sistem komunikasi yang dimiliki mitra kerja untuk memastikan tetap berfungsinya komunikasi pada saat bencana. “Semua masukan dan data yang diperoleh pada rakor akan kita godok lebih lanjut, bahkan kita siap membantu anggaran untuk peningkatan sistem komunikasi mitra kerja sejauh memang bisa dipastikan berfungsi saat darurat bencana,” demikian Kalak BPBA. (nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved