Nova Minta Bank Aceh Fokus Salur Kredit Sektor Produktif

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT meminta kepada Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah

Nova Minta Bank Aceh Fokus Salur Kredit Sektor Produktif
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah melantik dan mengambil sumpah Drs Haizir Sulaiman sebagai Direktur Utama PT Bank Aceh periode 2018-2022 di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Senin (8/10). 

* Haizir: Segera Saya Tindak Lanjuti

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT meminta kepada Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah (BAS) yang baru, Haizir Sulaiman MH untuk memprioritaskan penyaluran kredit Bank Aceh ke sektor produktif, di antaranya usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai bidang usaha.

“Kita perlu memberikan perhatian yang besar ke sektor usaha produktif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan tersedianya lapangan kerja yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakata Aceh,” kata Nova Iriansyah dalam sambutannya pada acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dirut PT Bank Aceh Syariah periode 2018-2022, Haizir Sulaiman, di Restoran Pendopo Gubernur Aceh, Senin (8/10).

Acara pengambilan sumpah dan pelantikan Dirut Bank Aceh Syariah itu dihadiri anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, Penasihat Gubernur Aceh Bidang Ekonomi dan Perbankan, Adnan Ganto MBA, Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng, Sekda Aceh, Pimpinan dan anggota DPRA, para bupati/wali kota se-Aceh, para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, dan undangan lainnya.

Nova juga mengingatkan Haizir Sulaiman agar selalu berhati-hati dalam pengambilan kebijakan. Selanjutnya, keseimbangan antara pengumpulan dana pihak ketiga dengan penyaluran kredit juga harus selalu dijaga. Keberhasilan pengumpulan dana pihak ketiga yang besar, apabila tidak diimbangi dengan penjualan atau penyaluran kredit ke sektor produktif yang besar maka hal itu bisa menjadi beban biaya atau ongkos yang besar pula bagi bank.

Disebutkan, total aset yang dimiliki Bank Aceh Syariah sudah mencapai Rp 24,7 triliun, penyertaan modalnya Rp 1 triliun, sehingga membuat rasio kecukupan modal mencapai 18,66 persen, jauh melampui batas yang diisyaratkna regulator sebesar minimal 8 persen.

Keuntungan yang diraih bank ini setiap tahunnya juga meningkat dan mencapai Rp 442 miliar. “Nah, hala itu jangan membuat pihak komisaris, direksi, dan manajemen Bank Aceh Syariah jadi lupa diri, melainkan harus terus bersyukur untuk bisa selalu berprestasi dalam menjalankan sistem usaha syariah perbankannya,” wejang Nova.

Ia ingatkan bahwa Bank Aceh Syariah itu miliknya masyarakat dan dukungan penuh masyarakat Aceh sangat diperlukan. “Harta karun” orang Aceh itu harus selalu dijaga dan terus dikembangkan untuk menjadi lebih besar lagi dengan cara-cara syariah (sesuai dengan ajaran Islam), perlu kehati-hatian, tapi tidak berlebihan.

Pengumpulan dana pihak ketiga yang telah mencapai Rp 21,7 triliun itu, diingatkan Nova jangan sampai membuat pihak manajemen merasa senang dan puas, tapi harus diimbangi dengan penyaluran kredit ke sektor produktif yang lebih besar lagi dibanding sekarang, jika tak maka ia akan menjadi beban atau ongkos yang besar.

Perkembangan Bank Aceh Syariah dari tahun ke tahun, diakui Nova, memang mengalami kemajuan pesat. “Namun sekali lagi saya ingatkan bahwa kita harus terus instropeksi diri. Kebanggaan yang terlalu besar justru bisa membuat kita lupa diri dan jatuh ke lubang hingga terpuruk,” imbuhnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved