Breaking News:

Enam Nyawa Melayang Selama 15 Hari Terakhir di Laut dan Sungai Aceh Besar

Dari empat kasus tersebut, sudah enam korban meninggal dunia dan seluruhnya akibat terseret arus

Penulis: Misran Asri | Editor: Muhammad Hadi
ILustrasi 

Laporan Misran Asri | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, mencatat sejak 23 September sampai 7 Oktober 2018, sudah empat kasus kecelakaan terjadi di laut dan di sungai.

Dari empat kasus tersebut, sudah enam korban meninggal dunia dan seluruhnya akibat terseret arus.

Bahkan satu dari keenam korban, atas nama Refan Pradana (17), remaja Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah yang hilang terseret arus di Pantai Ujong Batee, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sampai sekarang belum ditemukan hingga pencarian pun dihentikan.

Baca: Baju Wisuda Sudah Disiapkan, Acara Perpisahan Jadi Petaka, Jasad Mahasiswa Abdya Disambut Haru

Remaja tersebut dilaporkan terseret arus, Minggu, 23 September 2018, saat membantu Ramadhan yang terseret arus saat mandi-mandi di lokasi pantai yang sama.

Namun, jasad Ramadhan (50) warga Gampong Teladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar itu, langsung sore itu sekitar pukul 16.40 WIB ditemukan Tim SAR gabungan.

Namun, saat ditemukan korban Ramadhan, dalam kondisi tak ber nyawa.

Baca: Remaja Terseret Arus di Ujong Batee belum Ditemukan, Keluarga Ajak Ustadz Baca Yasin

Lalu untuk proses pencarian jasad Refan Pradana yang dilakukan hari itu juga sampai 7 hari pencarian dilakukan oleh tim belum juga membuahkan hasil, hingga akhirnya pencarian pun dihentikan, pada Minggu, 30 September 2018.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kapolsek Krueng Raya, AKP Agus Salim SSos yang ditanyai Serambinews.com saat itu mengaku berbagai upaya telah dilakukan Tim SAR gabungan dengan melibatkan petugas TNI, Polri, BPBD serta berbagai pihak lainnya termasuk keluarga dari Bener Meriah dan masyarakat yang menaruh harapan besar korban bisa segera ditemukan.

Bahkan orang pintar hingga ustaz ikut dihadirkan ke lokasi untuk ikut mendoakan agar korban cepat ditemukan.

Baca: Mahasiswa asal Abdya dan Aceh Barat Hilang Terseret Arus di Lampuuk, Ini Identitasnya

Pembacaan Surat Yasin pun dilakukan di lokasi Pantai Ujong Batee.

Namun, sampai hari terakhir pencarian, Minggu 30 September 2018, korban juga belum ditemukan sampai detik ini.

"Bila sudah mencapai 7 hari, tapi korban tetap belum ditemukan, maka pencarian dihentikan. Paling yang ada di lokasi warga-warga setempat yang kami minta bantu agar dilaporkan bila melihat jasad yang mungkin akan terdampar di pinggir pantai," ujar AKP Agus Salim.

Baca: Atlet Aceh Banjir Pujian di Medsos, Didiskualifikasi di Asian Para Games Karena Tolak Lepas Jilbab

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Besar, Farhan AP kepada Serambinews.com, Selasa (9/10/2018), menjelaskan dari empat lokasi kejadian yang mengakibatkan enam korban meninggal dunia, satu di antaranya terjadi di aliran Krueng Aceh, tepatnya di Gampong Lamlueng, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved