Korban Meninggal akibat Bencana Gempa dan Tsunami di Sulteng Bertambah Jadi 2.045 Orang

Jumlah itu, kata Sutopo, masih bisa bertambah seiring dengan proses evakuasi korban yang masih terus berlanjut.

Korban Meninggal akibat Bencana Gempa dan Tsunami di Sulteng Bertambah Jadi 2.045 Orang
Sejumlah anggota Basarnas dan TNI melakukan evakuasi korban gempa di Hotel Roa- Roa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10/2018). Memasuki enam hari tim evakuasi sudah menemukan korban jiwa sebanyak 23 orang.(ANTARA FOTO/AKBAR TADO) 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, per 10 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, meningkat menjadi 2045 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.636 orang dari Kota Palu, 171 orang dari Donggala, Sigi 222 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasang Kayu Sulawesi Barat 1 orang.

"Awalnya kami menduga Donggala yang paling parah karena pusat gempa ada di sana. Tapi ternyata yang paling parah Kota Palu, dan itu akibat tsunami," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Sutopo menjelaskan, korban meninggal dunia paling banyak akibat tersapu tsunami.

Jumlah itu, kata Sutopo, masih bisa bertambah seiring dengan proses evakuasi korban yang masih terus berlanjut.

Seluruh korban tersebut, menurut data BNPB, sudah dimakamkan.

Sebanyak 969 korban dimakamkan secara massal, sedangkan 1.076 korban dimakamkan oleh keluarga.

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat 10.679 orang luka berat.

Tercatat pula 671 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

Selain itu, gempa bermagnitudo 7,4 SR yang terjadi pada 28 September 2018 itu juga mengakibatkan 82.775 mengungsi di sejumlah titik.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved