Distanbun Aceh Adakan Gebyar Pasar Tani

Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, melalui Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Bidang Hortikultura

Distanbun Aceh Adakan Gebyar Pasar Tani
PENGUNJUNG Gebyar Pasar Tani Aceh, memadati booth yang disediakan untuk menjual olahan hasil pertanian dan pangan di kawasan Jalan Nyak Makam, Banda Aceh, Rabu (10/10). 

BANDA ACEH - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, melalui Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Bidang Hortikultura, menggelar Gebyar Pasar Tani Aceh (GPTA), di kawasan Jalan Panglima Nyak Makam, kawasan Lampineung, Banda Aceh, Rabu (10/10).

Pasar kaget yang dibuka Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, itu didatangi pengunjung dari berbagai kalangan. Seperti aparatur pemerintah dan masyakarat umum terutama ibu rumah tangga.

Kabid Hortikultura Distanbun Aceh, Cut Rita Meutia, mengatakan, GPTA bertujuan mempertemukan produsen dan konsumen, terutama kalangan petani.

Kemarin tampak sekitar 10 booth berjajar di lokasi GPTA. Aneka produk segar ikut dijual. Misalnya sayuran organik, bawang merah, dan cabai. Bahan olahan dari hasil pertanian, seperti manisan buah-buahan dan masakan siap saji. Produk kemasan kemasan hasil pertanian yang dijual antara lain bumbu masak, minuman, bumbu rempah. Tak ketinggalan produk olahan dari ikan, seperti bakso, nugget, sosis. Produk olahan kering (keripik, bawang goreng). Sembako dari Bulog (gula pasir, beras, minyak goreng, tepung terigu, telur asin, dan telur puyuh).

Pasar yang berakhir lewat tengah hari kemarin diadakan setiap Rabu pada minggu pertama dan keempat. “Siapapun boleh ikut program ini, tapi terdaftar pada kami. Tujuannya, untuk mengetahui produk yang akan dijual. Di arena ini harga lebih murah dari di pasar lain,” kata Cut Rita.

Amatan Serambi, harga terendah adalah Rp 2.000 (contoh sayuran/ikat) dan harga tertinggi Rp 155.000 (beras 15 kilogram).

Ketika meninjau stan, Dyah Erti Idawati berpendapat, Gebyar Pasar Tani Aceh perlu dilaksanakan secara berkesinambungan mengingat manfaatnya yang besar bagi masyarakat maupun produsen khususnya petani. Lagi pula, menurutnya, dari segi kemasan dan kualitas barang-barang yang dipasarkan sudah baik.(nan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved