Investor di Lampulo Kesulitan Air bersih

Hingga kini suplai air bersih ke kawasan industri Perikanan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS)

Investor di Lampulo Kesulitan Air bersih
PENGENDARA sepeda motor melintas di depan cold storage milik Kementerian Kelautan dan Perikanan di PPS Lampulo, Banda Aceh 

BANDA ACEH - Hingga kini suplai air bersih ke kawasan industri Perikanan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh, belum lancar. Hal itu dikeluhkan sejumlah investor yang beroperasi di kawasan tersebut.

“Jaringan pipa PDAM memang sudah masuk ke kawasan PPS Lampulo, tapi airnya saat ditarik pakai pompa tidak keluar,” ujar General Manager PT Aceh Lampulo Jaya Bahari, Yohannes, dalam pertemuan dengan Kepala UPTD PPS Lampulo, Ir Nur Mahdi, di ruang kerjanya, Rabu (10/10).

Menurut laporan stafnya, kata Yohannes, jaringan PDAM Tirta Daroy dipasang ke kawasan PPS Lampulo menjelang Peringatan Hari Nusantara Nasional, November 2015 lalu yang turut dihadiri Wakil Presiden HM Jusuf Kalla. Beberapa minggu kemudian, menurut Yohannes, air bersih masih mengalir dan bisa ditarik dengan pompa.

Namun, lama kelamaan air bersih tak bisa lagi ditarik dengan pompa. Akibatnya, lanjut Yohannes, pabrik es dan cold storage yang membutuhkan air bersih 60.000-70.000 liter/hari, kewalahan karena harus membeli air bersih menggunakan mobil tangki. “Kalau untuk beberapa hari kita beli air tak masalah. Tapi, jika terus menerus bisa mengakibatkan biaya produksi pengolahan ikan di perusahaan kami akan meningkat dan tak ekonomis lagi,” ungkapnya.

Untuk mengganti air bersih PDAM Tirta Daroy, tambah Yohannes, pihaknya meminta bantu suplai air tanah milik UPTD PPS Lampulo. Tapi, volume air tanah tersebut terbatas sehingga tak cukup untuk kebutuhan poengolahan industri perikanan. Karena itu, harus dibor kembali air tanah di tempat lain. Tapi, tetap saja debit air yang keluar, tak sesuai dengan yang diharapkan.

Dikatakan, pihaknya masih membutuhkan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Daroy. “Sudah tiga kali surat kita ke Direktur PDAM Tirta Daroy, belum dibalas. Manajemen juga sudah mendatangi Dirut PDAM, tapi beliau belum mau ketemu. Makanya keluhan ini kami sampaikan kepada Kepala UPTD PPS Lampulo, Pak Nur Mahdi,” pungkasnya.

Kepala UPTD PPS Lampulo, Nur Mahdi, mengatakan, keluhan investor itu sudah dibahas dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Aceh, Rabu (10/10). Dalam rapat itu, juga diundang manajemen PDAM Tirta Daroy, Dinas Perkim dan pihak terkait lainnya. Hasilnya, manajemen PDAM Tirta daroy mengatakan produksi air bersih saat ini masih terbatas sehingga belum mamapu memenuhi permintaan industri. Untuk kebutuhan rumah tangga saja belum maksimal.

Namun, Nur Mahdi berjanji akan menyampikan usulan penambahan kapasitas pengolahan air bersih kepada Wali Kota dan DPRK Banda Aceh, agar ditambah dua kali lipat dari sekarang.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, yang dimintai tanggapannya mengatakan, penambahan produksi air bersih PDAM Tirta daroy menjadi program prioritas pihak ke depan. Mulai tahun 2019, kata Aminullah, pihaknya akan menggunakan dana otsus untuk percepatan pembangunan prasarana dan sarana infrastruktur, termasuk penanganan air bersih, sampah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program tersebut menjadi fokus kita dalam tiga tahun ke depan. Sehingga Banda Aceh menjadi kota yang disenangi wisatawan dan dicintai warganya,” pungkas Aminullah.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved