Azhari dan Amrizal Beri Kesaksian di Sidang Ahmadi

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Azhari, dan Kepala Biro Hukum

Azhari dan Amrizal Beri Kesaksian di Sidang Ahmadi
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Kepala Biro Hukum Pemerintah Aceh Amrizal (kiri) dan Kepala Bappeda Aceh Azhari dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus suap terhadap gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, dengan terdakwa bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi, Kamis (11/10/2018). 

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Azhari, dan Kepala Biro Hukum, Amrijal J Prang, dihadirkan sebagai saksi dalam kasus suap dengan terdakwa Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi SE, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10).

Azhari ditanya tentang program Aceh Maraton dan sosok Steffy Burase, penyelenggara kegiatan maraton internasional tersebut.

Dia menjelaskan, Aceh Maraton masuk dalam program APBA 2018, diajukan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh. “Saya tahu Aceh Maraton karena masuk dalam APBA,” jawab Azhari saat ditanya jaksa KPK tentang program tersebut.

Azhari juga sempat ditanya apakah mengenal Steffy Burase dan dijawab tidak kenal dan tidak pernah diperkenalkan. Azhari mengaku mengenal Steffy dari pemberitaan di media.

Saat ditanya apakah program Aceh Maraton juga pernah dibahas bersama DPR Aceh pada saat pembahasan rencana Qanun APBA 2018, Azhari mengatakan tidak pernah dibahas. Sebab APBA Aceh ditetapkan dalam Pergub Aceh, karena tidak ada titik temu antara eksekutif dan legislatif Aceh.

“Aceh Maraton baru pertama diselenggarakan. Masuk melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Bukan ide dari Bappeda,” ujar Azhari.

Seperti dakwaan jaksa, bahwa sebahagian uang suap yang diberikan Bupati Ahmadi digunakan untuk kebutuhan Aceh Maraton.

Saksi lainnya, Amrizal J Prang memberikan keterangan seputar dasar hukum alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh atau DOKA. Amrizal yang baru menjabat Kepala Biro Hukum sejak Mei 2018 mengaku tidak banyak tahu tentang persoalan tersebut.

Saksi lainnya yang dihadirkan di persidangan adalah Kamalsyah Mulia, ajudan Bipati Ahmadi. Pada saat penangkapan oleh KPK, Kamal ikut dalam mobil bersama Ahmadi.

Ia menyatakan pada saat penangkapan tidak ada uang dalam mobil tersebut. “Tidak ada uang di mobil saat OTT KPK,” jawab Kamal.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved