Opini

Pembela Islam Rupanya dari Kalangan Atlet

SEMUA orang yang berpangkat dean berjabatan tinggi, berbadan kekar, tegap dan sehat, memiliki senjata lengkap

Pembela Islam Rupanya dari Kalangan Atlet
PEJUDO asal Aceh, Miftahul Jannah meninggalkan arena usai didiskualifikasi dari Asian Para Games 2018 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta 

Oleh Muhammad Abdurrahman

SEMUA orang yang berpangkat dean berjabatan tinggi, berbadan kekar, tegap dan sehat, memiliki senjata lengkap dan canggih, memiliki bergudang harta dan kekayaan, serta berbagai kehebatan lainnya, namun tidak pernah secara terbuka membela agama dan ajaran Allah di depan umum, seperti yang dilakukan atlet judo Miftahul Jannah dan Khabib Nurmagomedov.

Miftahul Jannah, atlet judo Indonesia asal Aceh terpaksa didiskualifikasi dari ajang Asian Para Games 2018 karena menolak melepaskan jilbab yang menutupi kepalanya, saat akan bertanding di JIexpo, Kemayoran, Jakarta, pada Senin (8/10/2018) lalu. Atlet difabel asal Aceh Barat Daya (Abdya) itu, rela didiskualifikasi demi mempertahankan harga diri dan martabatnya sebagai seorang muslimah yang harus menutupi auratnya di ruang publik.

Miftahul Jannah sang wanita yang kurang sempurna secara fisik, tapi paling sempurna secara akal sehat dan akidahnya. Setidaknya ini terlihat ketika dia sendiri turun ke gelanggang membela ajaran Islam dan identitas kemuslimahannya. Lalu, bagaimana dengan kita yang menganggap diri hebat dan kuat, tidak secuil pun berani untuk membela Islam secara terang-terangan seperti yang dilakukan Miftahul Jannah.

Bahkan, sebaliknya terkadang kita secara berjamaah menghantam ajaran Islam, mendiskreditkan Islam, menghina Islam, dan mendukung para penghina Islam. Namun atlet yang satu ini walaupun dia merasa kekurangan dalam hal yang lain, dalam hal akidah Miftahul Jannah jauh lebih kuat dan lebih baik serta sempurna bila dibandingkan dengan mansusia normal lainnya.

Demikian pula seorang atlet UFC dari Rusia yang beragama Islam yang bernama Khabib Nurmagomedov melawan petarung asal Irlandia, Minggu (7/10/2018), yang bernama Conor McGregor yang akhirnya dimenangkan oleh Khabib. Bukan hanya merontokkan sang penantangnya, Conor, akan tetapi Khabib melangkah ke luar ring untuk menyerang para pendukung Conor di luar lapangan, karena alasan mengejek agama Khabib, mengejek orang tua Khabib, dan mengejek negara Khabib. Inilah atlet yang membela agamanya, membela nama baik keluarganya dan membela negaranya, walaupun segelintir orang menganggapnya ini emosional. Namun, sebenarnya inilah yang harus diperlihatkan oleh orang-orang yang betul-betul beriman kepada Allah.

Membela agama
Kita diberi kebebasan untuk melawan atau berperang untuk membela dan mempertahankan harga diri, harta, agama, dan negara sekalipun. Inilah ajaran Islam yang sesungguhnnya, walaupun kebanyakan orang Islam sudah tidak memiliki perasaan itu, tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu. Kita sangat berterima kasih kepada kedua atlet ini, yang satu berasal dari Aceh dan satu lagi dari Rusia. Semoga kepada mereka berdua diberi kesehatan yang prima oleh Allah Swt untuk terus membela Islam di manapun mereka berada.

Sebuah kisah di masa Rasulullah saw, seorang lelaki buta membunuh isterinya yang sedang hamil tua, dan kemudian berita tersebut tersebar ke seluruh kota Madinah dan ketahuan pula oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah acara di masjid Nabawi, Rasulullah berpidato dan kemudian bertanya; siapa yang telah membunuh isterinya yang sedang hamil tua?

Tiba-tiba seorang lelaki buta bangun dan mendekat kepada Rasulullah saw, dan Rasulullah berkata, tolong ceritakan kepadaku mengapa anda sampai berkesimpulan untuk membunuh isterimu yang sedang hamil?

Kemudian lelaki buta tersebut mengatakan, “Ya Rasulullah, saya mempunyai seorang hamba sahaya, dari padanya sudah melahirkan seorang anak, dan ketika saya membunuhnya dia sedang mengandung anakku yang kedua.”

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved