Bupati Raidin Minta Penyaluran Ternak Bantuan di Aceh Tenggara Dihentikan, Ini Alasannya

Ternak bantuan yang dipasok untuk Agara dinilai bobotnya kecil-kecil dan tidak sesuai dengan harga pasaran.

Bupati Raidin Minta Penyaluran Ternak Bantuan di Aceh Tenggara Dihentikan, Ini Alasannya
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Dinas Pertanian Aceh Tenggara, menunda penyaluran ternak sapi yang bersumber dari DOKA 2018. Terlihat ternak sapi dikarantina di Desa Mendabe, Kecamatan Babussalam, Agara, Senin (15/10/2018). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Bupati Aceh Tenggara, Drs Raidin Pinim MAP merasa kecewa dan kesal.

Pasalnya ternak sapi betina bantuan mulai dipasok untuk Agara, dinilai bobotnya kecil-kecil dan tidak sesuai dengan harga di pasaran.

Ternak sapi betina itu dinilai terlalu kecil dan diprediksi harga berkisar Rp 6 Juta per ekor.

"Ini tidak boleh disaluran kepada peternak dan harus kita cek dalam kontrak berapa sebenarnya per ekornya. Saya telah perintahkan Kadistan Agara untuk menolak alias stop ternak tersebut," ujar Bupati Agara, Raidin Pinim MAP, kepada Serambinews.com, Selasa (16/10/2018).

Baca: Dinas Pertanian Aceh Tenggara Tunda Penyaluran Ternak Bantuan, Ini Alasannya

Menurut Bupati Agara, bantuan ternak yang bersumber dari dana DOKA itu, harus benar-benar sesuai dengan harga di pasaran dan ternak benar-benar sehat dan terjamin.

Jangan sampai terjadi mark up harga yang terlalu berlebihan dan tidak sesuai standar harga di pasaran.

Makanya, kata Bupati Raidin Pinim, ternak sapi sebelum dipasok dan disalurkan ke Agara kepada peternak, terlebih dahulu pihakya harus duduk bersama dengan rekanan untuk melihat nilai kontrak proyek tersebut.

"Karena, kita tidak mau bantuan ternak dari uang rakyat itu diterima apa adanya," ujar Raidin Pinim. (*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved