125 Mayat Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Yerussalem, Ungkap Tragedi Pemenggalan Kepala

Mereka mengungkapkan temuan mengerikan yang diduga berusia 2.0000 tahun di kota yang disebut dengan senyawa Rusia.

125 Mayat Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Yerussalem, Ungkap Tragedi Pemenggalan Kepala
Dailystar
Orang-orang menggali situs tersebut 

 
Pembantaian tersebut diduga dilakukan oleh Raja Alexander Yanni yang memerintah atas Yudea antara tahun 103 dan 76 SM.

S

Kawasan situs penemuan (Dailystar)

 

Yanni dianggap sebagai 'orang suci' dan pemerintahannya ditandai dengan perang tanpa akhir saat ia merebut banyak wilayah, yang menyebabkan Perang Saudara Yahudi selama enam tahun.

Dr Naga mengakatan bahwa "Selama penggalian, kami menemukan banyak hal mengerikan."

"Kami menemukan lebih dari dua puluh vertebra servikalis dan tubuh dan bagian tubuh bayi dan orang dewasa, wanita dan pria," jelasnya.

“Mereka rupanya adalah korban pembantaian yang kejam dan terlempar ke dalam lubang.

"Itu diduga janin dari rahim wanita yang terbunuh," tutupnya.

S

Orang-orang menggalinya lebih dalam (Dailystar)
 

Tengkorak tidak ditemukan di pemakaman biasa, sehingga diyakini mereka hanya dibuang ke dalam lubang setelah eksekusi.

Temuan itu dipresentasikan pada Studi Baru tahunan di Arkeologi Yerusalem, yang diadakan di Universitas Ibrani Yerusalem. (*)

Baca: Saat Malam, Air PDAM Dekat Rumah Presiden Jokowi di Solo Mendadak Berwarna Merah Darah

Baca: Prabowo Ulang Tahun Ke 67, #Milad67Prabowo jadi Trending Twitter

Baca: Perempuan Bersuami Bakar Alat Vital Bocah 13 Tahun, Gegara Tolak Ajakan Berhubungan Intim

Artikel ini sudah tayang di Intisari Online dengan judul: 125 Mayat Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Yerussalem, Ungkap Tragedi Pemenggalan Kepala Sekte Kuno Yahudi

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved