Belasan Gepeng ‘Diangkat’ Petugas

Belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) berhasil ditertibkan dalam sebuah razia yang dilakukan Dinas Sosial Aceh

Belasan Gepeng ‘Diangkat’ Petugas
Petugas mengangkat pengemis saat penertiban di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa (16/10).

* Dalam Razia di Banda Aceh

BANDA ACEH - Belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) berhasil ditertibkan dalam sebuah razia yang dilakukan Dinas Sosial Aceh bersama personel Satpol PP Aceh, Satpol PP Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh, Selasa (16/10). Para penyandang tuna sosial itu ‘diangkat’ petuhas sejumlah sudut dalam Kota Banda Aceh.

Petugas yang terlibat dalam razia gabungan itu menyasar sejumlah titik, diantaranya Pelabuhan Ulee Lheue, Lamjabat, Simpang Dodik, Simpang Tiga Lamteumen, Keutapang, Simpang Lampeuneruet, Simpang AMD Batoh, Simpang Surabaya, Simpang Lima, Simpang Mesra, Cempaka Lima, Pasar Peunayong, Pasar Aceh, Simpang Tujuh Ulee Kareng, dan Simpang BPKP.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan, razia terhadap penyandang tuna sosial atau gepeng itu sudah menjadi agenda rutin pihaknya. Tindakan itu untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan, khusus warga Banda Aceh.

Disebutkan, dalam razia itu terdapat 11 orang gelandangan dan pengemis yang diamankan dari berbagai lokasi. Alhudri mengatakan, dalam menangani masalah gepeng ini memang tidak cukup hanya sebatas razia, tapi harus dilanjutkan dengan langkah langkah berikutnya sebagai solusi jangka panjang.

“Harus ada pembinaan agar mereka yang sudah terjaring razia tidak lagi kembali menjadi gepeng. Kita akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota yang merupakan daerah asal dari para gepeng tersebut nanti,” kata Alhudri yang didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Isnandar AKs MSi.

Para gepeng yang ditertibkan dibawa di UPTD Rumoh Sejahtera Beujroh Meukarya (RSBM) di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, untuk dilakukan pembinaan. Selanjutnya, mereka akan dikembalikan ke kabupaten/kota asal masing-masing.

Alhudri juga berpesan kepada masyarakat Aceh yang ingin bersedekah agar memberikan pada orang dan tempat yang tepat. “Saya pikir lebih baik kita bersedekah pada tempat yang tepatlah. Seperti fakir-miskin melalui badan penyalurnya, ke masjid-masjid atau tempat lain. Karena jika kita terus memberi kepada gepeng, maka mereka jadi keenakan untuk meminta-minta,” tandas Alhudri.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri mengatakan, saat ini jumlah para gepeng terus meningkat, baik di Aceh maupun kabupaten/kota lainnya. Pemerintah Aceh akan terus melakukan pembinaan supaya jumlah gepeng dapat berkurang.

Menurutnya, meningkatnya para gepeng tidak sepenuhnya karena faktor ekonomi. Tapi kelebih kepada penyakit masyarakat. “Kalau dikatakan lapangan kerja sempit di Aceh itu mustahil sebab banyak sekali ditemukan tenaga kerja buruh yang didatangkan dari luar Aceh. Jadi tidak mungkin tidak ada lapangan kerja, masalahnya kembali ke kita mau nggak kita kerja,” ujarnya.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved