Polisi Tahan Mantan Dirut dan Direktur PD Pakat Beusaree

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menahan Sofyan Suri (66), mantan direktur utama (dirut) dan Rahmad (45), mantan

KAPOLRES Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa, didampingi Kasat Reskrim dan KBO memperlihatkan dua tersangka dan barang bukti uang Rp 331,5 juta dari Rp 1,7 miliar dalam kasus dugaan korupsi dana APBK dikelola PD Pakat Beusare pada konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (16/10). 

* Uang Disita Rp 331,5 Juta

MEULABOH - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menahan Sofyan Suri (66), mantan direktur utama (dirut) dan Rahmad (45), mantan direktur administrasi Perusahaan Daerah (PD) Pakat Beusare dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal dari APBK Aceh Barat. Keduanya ditangkap Jumat lalu setelah polisi menerima hasil audit temuan kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 1,7 miliar.

Hal itu dikatakan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK didampingi Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK dan KBO Reskrim Ipda P Pangabean dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Barat, Selasa (16/10).

“Penyidik telah menahan dua orang setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi,” kata Kapolres Raden Bobby.

Menurutnya, kasus tersebut mulai diusut polisi tahun 2017. Dana di PD Pakat Beusare itu bersumber dari APBK Aceh Barat tahun 2006 yang awalnya Rp 2,5 miliar. Dari hasil penyelidikan ditemukan kerugian negara Rp 1,7 miliar berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Dari dana total kerugian negara tersebut, kata Kapolres, sebanyak Rp 331,5 juta di antaranya berhasil disita sebagai barang bukti. Terkait barang bukti yang belum semuanya dikembalikan para tersangka, menurut Kapolres, penyidik masih terus mengejarnya.

“Kasus ini masih terus didalami untuk memastikan ada tidaknya pelaku lain yang menerima aliran dana tersebut,” katanya.

Kapolres menambahkan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 juncto (jo), dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana. “Tersangka terancam hukuman 1 hingga 20 tahun penjara,” katanya.

Bisnis kapal
Didampingi Kasat Reskrim, Kapolres Aceh Barat menjelaskan bahwa PD Pakat Beusare bergerak di bidang bisnis perkapalan hingga ke Jakarta. Perusahaan daerah ini mendapat suntikan dana dari APBK Aceh Barat dalam bentuk penyertaan modal pada tahun 2006. Saat itu yang memimpin PD Pakat Beusare adalah Sofyan Suri hingga tahun 2008. Sedangkan tersangka Rahmad menjabat di perusahaan itu sejak 2003 hingga 2008.

Sebagaimana diketahui, PD Pakat Beusare dibentuk Pemkab Aceh Barat pascatsunami melanda Aceh. Perusahaan milik daerah itu awalnya menerima penyertaan modal melalui APBK Tahun 2006 sekitar Rp 2,5 miliar. Perusahaan ini semula mengelola alat bangunan, tapi tidak jalan.

Bahkan sejumlah pimpinannya sudah berganti, perusahaan itu kini vakum. Sofyan Suri selaku tersangka dalam kasus ini adalah sosok yang terkenal di Aceh Barat, karena sebelum tsunami 2004 ia pernah menjabat anggota DPRK Aceh Barat. Sedangkan Rahmad sehari-hari merupakan wiraswasta di kabupaten itu. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved