4 Cara Tangani Membludaknya Sampah Plastik di Dunia

Diketahui rangkaian pelampung tersebut sepanjang 600 meter dan dapat menarik sampah-sampah plastik untuk membentuk suatu kawasan terampung

4 Cara Tangani Membludaknya Sampah Plastik di Dunia
Ilustrasi sampah plastik.(Thinkstock) 

Caranya, mereka mendirikan rumah plastik.

Terletak di Desa Petandakan, rumah plastik ini akan memfasilitasi pencacahan sampah plastik. Lalu hasil cacahan tersebut dijual kembali ke perusahaan daur ulang di luar Pulau Bali.

Bahkan tidak hanya di Indonesia, hasil cacahan tersebut juga dikirim hingga ke China.

Di China, biasanya hasil cacahan tersebut diolah menjadi produk baru.

Baca: Ditantang Khabib Nurmagomedov Untuk Perebutan Raja Tarung, Floyd Mayweather: Datanglah ke Duniaku

2. Rangkaian pelampung

Dilansir dari kompas.com pada Senin (10/9/2018), seorang pemuda Belanda berusia 24 tahun bernama Boyan Slat dilaporkan menciptakan sistem pengumulan sampah plastik berupa rangkaian pelampung.

Diketahui rangkaian pelampung tersebut sepanjang 600 meter dan dapat menarik sampah-sampah plastik untuk membentuk suatu kawasan terampung yang luasnya hampir dua kali pulau Kalimantan.

Baca: Gadis 5 Tahun Masuk ke Kolong Kereta Api, Ibunya Sibuk Main Ponsel dan Tak Tahu Anaknya Kecelakaan

Lalu menariknya mendekati Great Pacific Garbage Patch atau Pulau Sampah Besar di Lautan Pasifik.

Menurut Slat, organisasinya, The Ocean Cleanup, telah menemukan sampah plastik yang telah terapung di laut sejak tahun 1960 dan 1970-an.

Pelampung sepanjang 600 meter itu dipasang dalam bentuk huruf U dan akan mengurung sampah-sampah plastik yang kemudian diambil oleh kapal-kapal khusus tiap beberapa bulan untuk dibawa ke darat dan didaur-ulang.

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved