Ratusan Santri Mengamuk

Ratusan santri di pesantren milik Yayasan Tahfidz Qur’an Wahyu Rizky, berlokasi di Gampong Matang Seulimeng

Ratusan Santri Mengamuk
RATUSAN santri Yayasan Wahyu Rizky, di Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, Selasa (16/10) malam mengamuk di dalam kompleks pesantren. 

* Dipicu Pemecatan Ustaz oleh Pihak Yayasan

LANGSA - Ratusan santri di pesantren milik Yayasan Tahfidz Qur’an Wahyu Rizky, berlokasi di Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, Selasa (16/10) malam mengamuk hingga merusak fasilitas ruang mushala yang berada di lantai dua gedung pesantren itu.

Situasi ini pun membuat cemas para wali santri. Sehingga sejak magrib kemarin, ramai orang tua santri yang terlihat menjemput pulang anak-anaknya. Sementara, para santri yang berasal dari luar Langsa, bertahan di dalam kompleks pesantren.

Informasi diperoleh Serambi, kerusuhan di pesantren ini terjadi setelah shalat magrib bersama di mushala pesantren, saat ustaz Bustami yang selama ini dikenal baik dalam mengajar para santri, berpamitan kepada para santri karena ia mengatakan sudah dipecat oleh pihak yayasan.

Mendengar kabar itu, banyak santri perempuan langsung menangis histeris, karena tidak rela ustaz yang sudah cukup dekat dengan mereka itu meninggalkan yayasan tersebut secara tidak terhormat. Dalam hitungan menit, emosi para santri pun memuncak. Sebagian santri laki-laki kemudian mengamuk dengan merusak ruangan mushala, karena kecewa dengan keputusan pihak yayasan.

Perusakan fasilitas pesantren sempat meluas ke ruangan lainnya di lantai dua gedung Yayasan Wahyu Rizky itu. Namun segera dicegah oleh sebagian ustaz lainnya, termasuk ustaz Bustami yang masih berada di dalan kompleks pesantren demi menenangkan para santri.

Tak lama berselang, sejumlah personel Polsek Langsa Barat dibantu anggota Polres Langsa dikerahkan ke lokasi, untuk menetralisir situasi dan memberi kesempatan bagi para orang tua santri untuk membawa pulang anak-anak mereka.

Pascakejadian itu, aktivitas belajar-mengajar di pesantren Wahyu Rizky yang baru berjalan sejak beberapa bulan lalu itu pun lumpuh total. Karena sebagian besar santri sudah tidak berada di kompleks pesantren, kecuali para santri yang berasal dari luar Langsa. Hingga kemarin, sejumlah aparat Polres Langsa terlihat masih berjaga di lokasi untuk mengamankan situasi di pesantren itu.

Memasuki pukul 21.00 WIB Selasa malam, pihak kepolisian mencoba mediasi kedua pihak. Musyawarah pun berlangsung di ruang kerja Ketua Yayasan Tahfidz Qur’an, yang dihadiri Syaiful Hasballah selaku ketua yayasan tersebut, ustaz Bustami Lc MA selaku pimpinan pengajar pesantren dan menjadi pihak yang dipecat, Kapolsek Langsa Barat Iptu Jamaluddin Nasution, Danramil Langsa Barat Lettu Inf Sukamto, dan Keuchik Gampong Matang Seulimeng, Zuhfri Isnaini.

Dari penjelasan ustaz Bustami Lc MA, ia mengaku dituduh telah melakukan korupsi dana yayasan. Karena itu, ia pun meminta pihak yayasan membersihkan nama baiknya. Ia juga memberi waktu tiga hari kepada pihak yayasan untuk menggelar rapat evaluasi terkait pengoperasian pesantren Uayasan Tahfidz Qur’an Wahyu Rizky ini, dengan mengundang Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh.

Terkait kerusuhan dan tudingan korupsi terhadap ustaz Bustami Lc MA ini, Serambi belum memperoleh keterangan resmi dari pihak yayasan.

Sementara Kapolsek Langsa Barat, Iptu Jamaluddin Nasution, mengimbau agar masalah ini diselesaikan secara internal melalui musyawarah yang melibatkan pihak pemerintah yang berwenang melakukan pembinaan pesantren di Aceh.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved