RUU Pesantren Disetujui

Rancangan Undang-undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan disetujui sebagai RUU usul inisiatif DPR

RUU Pesantren Disetujui
ANWAR IDRIS, Anggota DPR RI

* Sebagai Usul Inisiatif DPR

BANDA ACEH - Rancangan Undang-undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan disetujui sebagai RUU usul inisiatif DPR untuk nantinya dibahas menjadi Undang-undang (UU). Persetujuan ini berlangsung dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/10).

Anggota DPR RI dapil Aceh, Anwar Idris, menyampaikan hal ini lewat siaran pers kepada Serambi, Kamis (18/10). Ia berharap pemerintah dapat segera merespon RUU usul inisiatif ini hingga bisa sama-sama dibahas agar akhirnya bisa disahkan menjadi UU. “Sebagai pengusul awal sejak 2013, Fraksi PPP sudah meminta masukan dari para pimpinan pondok pesantren, dayah, lembaga diniyah, para pakar, dan ulama untuk bahan penyusunan naskah akademik. Tentu draf RUU ini masih banyak kekurangan, sehingga perlu penyempurnaan,” kata Anwar.

Menurut Anggota DPR RI dari PPP ini, ketika nanti RUU ini menjadi UU, maka pendidikan pesantren dan keagamaan memiliki dasar hukum kuat dalam pelaksanaannya, sehingga perhatian negara khususnya dalam aspek anggaran akan semakin besar. “Anggaran yang besar itu untuk kepentingan mutu, pembangunan sarana prasarana yang layak, dan jaminan kualitas kurikulum. Begitu juga dalam menjaga tradisi pesantren yang dibimbing kiai atau ustaz dan tentunya jaminan kesejahteraan terhadap ustaz atau guru,” sebutnya.

Lebih lanjut, Anwar Idris, mengatakan sudah sepatutnya negara memberi perhatian lebih kepada pesantren mengingat lembaga pendidikan ini sudah berdiri sebelum kemerdekaan. Bahkan, pesantren/dayah/madrasah diniyah merupakan bagian penting dari bangsa ini dalam memperjuangkan kemerdekaan. Hal ini dibuktikan dengan fakta sejarah bagaimana ulama dan santri berjuang melawan dan mengusir penjajah, mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter yang bermoral, sekaligus sebagai lembaga pengembangan ilmu dan pengetahuan Islam (tafaqquh fiddin).

Anwar Idris, juga menyebutkan jumlah pesantren yang tercatat di Indonesia mencapai 29 ribu dengan jumlah santri mencapai 4.028.660. Sedangkan ustaz/guru sekitar 323 ribu. “Ditambah madrasah diniyah takmiliyah mencapai 77 ribu dengan peserta didik mencapai 6 juta lebih. Unit lembaga pengajaran Alquran mencapai 135 ribu dengan peserta didik sekitar 7, 5 juta,” sebut Anwar.

Lebih dari itu, kata Anwar, kebutuhan terhadap UU Pesantren dan Pendidikan Agama semakin mendesak ketika dihadapkan pada realitas dinamika peradaban global. “Pendidikan pesantren dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dengan memahami makna Alquran, hadis, dan kitab kuning terbukti membentuk santri yang siap menghadapi era global secara moral,” demikian Anwar Idris. (sal/rel)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved