Breaking News:

Jaksa Periksa Panitia Tsunami Cup

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh memeriksa panitia penyelenggara Aceh World Solidarity atau Tsunami Cup 2017

SERAMBINEWS.COM/JALIMIN
Tim Panitia Pusat Tsunami Cup I sedang memeriksa rumput lapangan Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Senin (24/7/2017). 

BANDA ACEH - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh memeriksa panitia penyelenggara Aceh World Solidarity atau Tsunami Cup 2017 di kantor kejaksaan setempat, Kamis (18/10). Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada tindak pidana atau tidak dalam kegiatan olahraga itu.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Banda Aceh, Himawan SH yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (19/10) membenarkan pemeriksaan terhadap panitia Aceh World Solidarity Cup. “Iya ada pemeriksaan. Ini masih proses penyelidikan dan sekarang kita masih mencari ada tindak pidana atau tidak,” kata Himawan.

Namun, terkait siapa saja yang diperiksa oleh penyidik, Himawan tidak menyebutkan secara rinci. Dia hanya menyebutkan secara umum bahwa yang diperiksan adalah panitia pelaksana kegiatan turnamen sepakbola bertaraf internasional. “Yang diperiksa panitia Tsunami Cup untuk dimintai keterangan,” ungkap dia.

Untuk diketahui, Pemerintah Aceh menggelar turnamen sepakbola bertaraf internasional ‘Aceh World Solidarity Cup’ yang dipusatkan di stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Kegiatan yang digelar 2-6 Desember 2017 diikuti empat negara yaitu Indonesia, Kyrgyztan, Mongolia dan Brunei Darussalam.

Acara yang menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar dari APBA 2017 itu dilaunching Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf. Tujuan dilaksanakan kegiatan itu untuk mengembalikan prestasi sepakbola di Aceh. “Aceh harus berkelas, harus sering kita gelar kegiatan-kegiatan bertaraf internasional, seperti Aceh World Solidarity dan Sail Sabang,” kata Irwandi saat itu.

Tindaklanjuti Laporan Masyarakat
KASI Intel Kejari Banda Aceh, Himawan juga menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara Aceh World Solidarity atau Tsunami Cup 2017 dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. “Pemeriksaan ini atas laporan masyarakat,” kata Himawan.

Himawan menyatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan dengan memanggil panitia. Ketika ditanya, sejak kapan pemeriksaan itu dilakukan, Himawan mengaku tidak tahu karena kasus itu ditanggani langsung oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari setempat.

“Kalau ditanya banyak, jujur saja tidak banyak tahu, karena berkasnya sama Pidsus. Saya membenarkan ada penyelidikan. Ini masih proses penyelidikan. Inti penyelidikan kita ingin mengetahui ada tindak pidana atau tidak dalam kegiatan turnamen tsunami cup itu,” demikian Himawan.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved