MPU: Vaksin MR belum Mendesak

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan belum saatnya penggunaan vaksin

MPU: Vaksin MR belum Mendesak
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Vaksin 

BLANGPIDIE - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan belum saatnya penggunaan vaksin imunisasi Measles Rubella (MR) produk Serum Institute of India (SSI) yang positif mengandung unsur babi.

“MPU tetap pada pendapat vaksin MR yang berasal dari bahan babi belum mendesak digunakan atau belum pada waktunya,” kata Ketua MPU Abdya Tgk Muhammad Dahlan kepada Serambi, Jumat (19/10).

Tgk Muhammad Dahlan juga menyerahkan pernyataan tertulis MPU Abdya berisikan beberapa poin terkait penggunaan vaksin MR produksi SII. Pernyataan tersebut dilontarkan sehubungan Dinas Kesehatan Abdya kembali melanjutkan melakukan imunisasi MR setelah sempat ditunda sebelumnya. Tgk Muhammad Dahlan mendesak pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI agar mencari vaksin imunisasi yang halal.

Ulama dayah ini yakin pasti ada vaksin yang halal sehingga aman bagi masyarakat muslim. Sebab, bila vaksin MR tetap digunakan untuk imunisasi pada saat belum waktunya (belum mendesak) seperti sekarang ini maka akan timbul keyakinan (akidah) masyarakat bahwa yang menyembuhkan penyakit menular atau penyakit berbahaya adalah vaksin tersebut.

“Maka sudah memutarbalikkan akidah yang benar ke akidah syirik,” tegas Tgk Muhammad Dahlan. Dalam pernyataan tertulis MPU Abdya dikutip Firman Allah swt dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 173 artinya “Dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya, dalam situasi yang seperti ini dibolehkan”.

Tgk Muhammad Dahlan menegaskan, situasi sekarang ini, belum terpaksa bagi masyarakat, tetapi dipaksa oleh orang yang tidak memahami kaidah-kaidah hukum Islam yang menyebabkan pemahaman rukhsah (keringanan) yang tidak sesuai maqasid syar’i (tujuan syariat) dan tak menginginkannya oleh masyarakat, kecuali diselewengkan pemahaman oleh orang yang memaksakan.

“MPU Abdya mengimbau agar jangan ada penyelewengan maksud Allah swt,” tegasnya. Menurut MPU Abdya, mencegah segala macam penyakit masih ada jalan lain yang halal.(nun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved