PT Aceh Batalkan  Vonis PN Meulaboh

Majelis hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Aceh membatalkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh terkait perkara

PT Aceh Batalkan  Vonis PN Meulaboh
kompas.com
Ilustrasi 

* Terkait Perkara Pembakaran Lahan oleh PT Kalista Alam

MEULABOH - Majelis hakim di Pengadilan Tinggi (PT) Aceh membatalkan vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh terkait perkara pembakaran lahan oleh PT Khalista Alam yang diwajibkan membayar denda Rp 366 miliar. Dengan keluarnya putusan terbaru tersebut, PT Kalista Alam diharuskan tetap membayar denda. Informasi diperoleh Serambi kemarin, putusan PT Aceh dikeluarkan pada 4 Oktober 2018 lalu dengan nomor perkara 80/PDT-LH/2018/PT BNA.

Bertindak sebagai Ketua Majelis Hakim Djumali SH dengan anggota Petriyantyio SH dan Wahyono SH. Putusan PT tersebut juga dilansir di website Mahkamah Agung (MA). Perkara gugatan pembakaran lahan tersebut sebelumnya sudah dikuatkan dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yakni sudah inkrah dengan keputusan PT Khalista Alam diharuskan membayar denda Rp 366 miliar dalam perkara pembakaran lahan rawa Tripa di Nagan Raya.

Perkara itu awalnya disidangkan di PN Meulaboh sekitar tahun 2012 lalu dengan penggugat Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Namun sejak keluar putusan MA tersebut ternyata belum dieksekusi oleh PN Meulaboh. Sehingga awal tahun 2018 lalu, pihak PT Khalista Alam kembali melakukan gugatan ke PN Meulaboh sehingga keluarlah putusan majelis hakim PN Meulaboh yang disebut-sebut menganulir putusan MA.

Dengan keluar putusan itu membuat pengadilan tidak dapat melakukan eksekusi denda Rp 366 miliar. Tak terima terhadap putusan PN Meulaboh, pihak KLHK melakukan banding ke PT Aceh.

Di sisi lain, pasca putusan PN Meulaboh yang disebut-sebut menganulir putusan MA, membuat sejumlah pegiat LSM peduli lingkungan melancarkan demo di MA dan KPK di Jakarta. Menindaklanjuti aksi demo tersebut, tim internal MA dari Jakarta turun ke PN Meulaboh melakukan pemeriksaan internal terhadap hakim ketua PN Meulaboh Said Hasan SH dan dua anggota M Taher SH dan T Latiful serta panitera yang menyidang kasus tersebut. Terhadap perkembangan pemeriksaan internal MA terhadap hakim di PN Meulaboh sejauh ini belum dibeberkan ke publik.

Humas PN Meulaboh Al-Qudri SH ditanyai Serambi kemarin membenarkan bahwa putusan banding sudah dikeluarkan PT Aceh terhadap sidang perkara tersebut. Namun terhadap apakah para pihaknya menerima atau melakukan kasasi sejauh ini belum diketahui pihaknya.

“Benar sudah turun. Soal itu (kasasi atau menerima) itu saya tanya ke petugas dulu,” ujar Al-Qudri.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved