Limbah Sawit Mengkhawatirkan

Pemerintah Nagan Raya diminta serius mengawasi pencemaran limbah kelapa sawit dari sejumlah

Limbah Sawit Mengkhawatirkan

* DPRK Minta Pemkab Tingkatkan Pengawasan

SUKA MAKMUE - Pemerintah Nagan Raya diminta serius mengawasi pencemaran limbah kelapa sawit dari sejumlah perusahaan di wilayah itu. Pembuangan limbah ke sungai diduga telah menimbulkan dampak di tengah masyarakat, seperti pencemaran sungai dan gatal-gatal di bagian kulit warga yang terkena air tersebut.

“Kita meminta pemerintah supaya dapat bersikap tegas dan serius dalam hal pencegahan pencemaran limbah sawit dari pihak perusahaan, sehingga tidak mengundang hal-hal yang membahayakan kepada masyarakat, salah satunya seperti dugaan penceramaran Sungai Krueng Trang dari limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT BSP,” kata Cut Man, anggota DPRK Nagan Raya kepada Serambi, Sabtu (20/10).

Disebutkan, dampak pembuangan limbah ke sungai oleh pihak perusahaan, menurutnya kini mulai dirasakan sebagian masyarakat di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Trang, seperti warga Desa Babah Dua, Lawa Batu dan Jogja. “Saya sendiri sudah merasakan gatal-gatal saat ke Desa Lawa Batu dan Jogja ketika banjir kemarin.

Sebelumnya saya juga telah melihat langsung limbah yang dibuang oleh PT BSP ke Sungai Krueng Trang,” kata Cut Man. Pihaknya meminta keseriusan Pemerintah Nagan Raya dalam menindaklanjuti dugaan tersebut, sebab Sungai Krueng Trang selain menjadi sumber air warga di musim kemarau, juga sering dijadikan sebagai tempat mencari ikan dan kerang yang menjadi bagian sumber ekonomi warga.

Anggota DPRK Nagan Raya Cut Man juga mengatakan limbah cair industri masuk dalam kategori limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3). Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) menurut UU Nomor 32 tahun 2009 Pasal 1 ayat (2) mewajibkan melestarikan lingkungan dan mencegah pencemaran atau kerusakan lingkungan.

“Jika pihak perusahaan membuang limbang berbahaya langsung ke sungai, maka patut diduga telah melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH,” jelasnya.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved