Dipimpin Abunawas, Delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF) Belajar Implementasi Damai ke Aceh

Delegasi MILF melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, dengan tujuan belajar cara merawat perdamaian.

Dipimpin Abunawas, Delegasi Moro Islamic Liberation Front (MILF) Belajar Implementasi Damai ke Aceh
HUMAS ACEH
Perwakilan Moro Islamic Liberation Front (MILF) yang dipimpin oleh Abunawas Maslamama, berkunjung ke Kantor Gubernur Aceh, Senin (22/10/2018). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perwakilan Moro Islamic Liberation Front (MILF) yang dipimpin oleh Abunawas Maslamama, datang ke Aceh, Senin (22/10/2018).

Di Negeri berjuluk Serambi Mekkah ini, para delegasi MILF melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak, dengan tujuan belajar cara merawat perdamaian.

Pada Senin (22/10/2018), delegasi MILF melakukan pertemuan dengan sejumlah Sekda Aceh dan sejumlah pejabat Aceh, di Kantor Gubernur Aceh.

Informasi diperoleh Serambinews.com, Selasa (23/10/2018) hari ini, di antara agenda delegasi MILF adalah berkunjung dan bertemu dengan pimpinan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Kruengkale, Aceh Besar.

Di dayah ini, para mantan pejuang Moro Islamic Liberation Front (MILF) bersama perwakilan dari United Nations Development Programs (UNDP) bertujuan untuk melakukan studi banding  model kurikulum berbasis dayah Aceh yang bebas dari radikalisme.

(Turki Sambut Baik Undang-undang Otonomi Bagi Muslim Moro Filipina)

(UU Otonomi Bangsamoro Diteken, Presiden Filipina Tawarkan Perdamaian kepada Kelompok Abu Sayyaf)

Sementara itu, Humas Pemerintah Aceh dalam siaran persnya kepada Serambinews.com memberitakan, kunjungan perwakilan MILF ke Aceh dilakukan atas dasar Aceh yang berhasil menjaga perdamaian dan mengimplementasikan hasil perjanjian damai yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Dalam pertemuan dengan Sekda dan pejabat Aceh, Senin kemarin, pimpinan delegasi MILF, Abunawas Maslamama mengatakan, pasca-perdamaian Bangsa Moro dan Pemerintah Philipina, banyak tantangan yang dihadapi, baik dalam pembentukan partai, transisi kombatan menjadi masyarakat biasa, dan menghadapi para ekstrimis di wilayah Moro.

“Karena itu, kami datang ke Aceh untuk mempelajari beberapa hal terkait proses perdamaian, reintegrasi para kombatan, partai lokal serta implementasi butir-butir dalam MoU Helsinki,” kata Abunawas.

Berbagai pengalaman dari Aceh kata Abunawas, akan menjadi referensi bagi tim MILF untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam mengimplementasikan poin-point kesepakatan perdamaian.

(BangsaMoro dan Pattani Belajar Damai ke Aceh)

(Akademisi dan Peneliti Aceh Bahani Bangsamoro soal HAM)

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, M. Jafar, menyampaikan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia telah melahirkan Undang-Undang Pemerintah Aceh yang menjadi sumber hukum yang mengatur berbagai kewenangan yang dimiliki Pemerintah Aceh.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved