Luar Negeri

Mahathir Mohamad Belum Bisa Janjikan Siapa Penggantinya, Mungkinkah Anwar Ibrahim?

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan masih belum bisa menjanjikan siapa yang bakal menjadi penerusnya.

Mahathir Mohamad Belum Bisa Janjikan Siapa Penggantinya, Mungkinkah Anwar Ibrahim?
AFP PHOTO/ROSLAN RAHMAN
Perdana menteri terpilih Malaysia, Mahathir Mohamad, saat konferensi pers terkait kemenangannya dalam pemilihan umum, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/5/2018). Mahathir Mohamad dari koalisi Pakatan Harapan resmi menjadi perdana menteri ketujuh Malaysia usai mengalahkan perdana menteri petahana Najib Razak dari koalisi Barisan Nasional.(AFP PHOTO/ROSLAN RAHMAN) 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR — Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan masih belum bisa menjanjikan siapa yang bakal menjadi penerusnya.

Dalam sebuah forum jurnalistik seperti dilansir The Straits Times Selasa (23/10/2018), Mahathir menyiratkan dia tidak ingin salah pilih.

Ketika dia pensiun pada 2003, Abdullah Ahmad Badawi yang kala itu berstatus wakil perdana menteri naik menggantikannya.

"Ketika saya memilih Abdullah, saya melihatnya sebagai pribadi yang baik serta religius. Namun, lihat apa yang dia lakukan," keluh Mahathir.

Dia melanjutkan, setelah Abdullah menjabat hingga 2009, wakilnya, Najib Razak, menjadi orang nomor satu di Negeri "Jiran" hingga 2018.

Najib merupakan putra dari PM kedua Malaysia Tun Abdul Razak Huseein yang berkuasa pada 1970 hingga 1976.

Mahathir menjelaskan, Najib merupakan seorang ikon.

"Tentunya dia bakal sangat bagus. Namun, kini lihat apa yang diperbuatnya," tutur PM dari koalisi Pakatan Harapan (PH) tersebut.

Baca: Mesin Potong Padi di Abdya Telan Korban Jiwa, Seorang Meninggal dan Satu Orang Patah Tangan

Baca: 3 Tahun Merajut Kasih, Sofyan Bunuh Janda saat Tak Pakai Busana, Ini Penyebabnya

PM berusia 93 tahun itu menjelaskan, dia telah berjanji kepada mantan wakilnya, Anwar Ibrahim, untuk menyerahkan kekuasaan setelah pensiun.

Perjanjian itu terjadi ketika Mahathir memilih bergabung dengan koalisi PH untuk menumbangkan Najib dan koalisi Barisan Nasional.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved