Pembunuh Asun Minta Dipenjara Saja

Ridwan alias Iwan, terdakwa pembunuh Asun sekeluarga meminta keringanan hukuman berupa pidana

Pembunuh Asun Minta Dipenjara Saja
RIDWAN Alias Iwan (22) pelaku pembunuhan terhadap Tjie Sun alias Asun sekeluarga, menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (15/10). 

* Sangkal Lakukan Pembunuhan Berencana

BANDA ACEH - Ridwan alias Iwan, terdakwa pembunuh Asun sekeluarga meminta keringanan hukuman berupa pidana penjara saja kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Senin (22/10). Permohonan itu disampaikan terdakwa melalui nota pembelaan (pleidoi) atas tuntutan mati yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh pada sidang sebelumnya.

Kuasa Hukum Ridwan, Kadri Sufi SH, membantah kliennya melakukan pembunuhan berencana (sebagaimana dakwaan primer jaksa) terhadap Tjie Sun alias Asun (48) dan istrinya, Minarni (40) serta putra mereka, Calliestos NG (8), di rumahnya yang sekaligus dijadikan sebagai gudang barang grosir milik korban di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat 5 Januari 2018.

Timbulnya niat melakukan pembunuhan, menurut Kadri, setelah korban Asun memaki-maki terdakwa sehingga terdakwa emosi. Sedangkan niat membunuh istri dan anak Asun timbul seketika karena terdakwa sedang kalap dan khawatir perbuatannya terungkap. Menurut Kadri, tidak cukup unsur yang tersirat bahwa terdakwa melakukan pembunuhan berencana.

“Menyatakan kesalahan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana didakwaan dalam dakwaan primer maupun subsider. Membebaskan terdakwa dari dakwaan primer maupun subsider tersebut,” bunyi pleidoi yang disampaikan kepada ketua mejelis hakim, Totok Yanuarto MH didampingi dua hakim anggota, Muzakir MH dan Roni Susanta SH.

Kadri mengakui bahwa adanya pembunuhan yang menyebabkan hilangnya tiga nyawa yang dilakukan terdakwa Ridwan. Dalam kasus tersebut, jelas Kadri, terdakwa Ridwan hanya bisa dikenakan Pasal 338 KUHAP yaitu pembunuhan biasa dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara sebagaimana didakwakan jaksa dalam dakwaan lebih subsider.

Pada sidang sebelumnya, JPU Kejari Banda Aceh menuntut terdakwa Ridwan dengan pidana mati. Ridwan dinyatakan telah melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHPidana yang mengakibatkan Asun sekeluarga tewas secara sadis di rumahnya di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Asun tak lain adalah majikan Ridwan.

Majelis hakim PN Banda Aceh akan membacakan pertimbangannya terhadap Ridwan alias Iwan, pelaku pembunuhan terhadap Asun sekeluarga pada Rabu (24/10), apakah dihukum mati atau tidak? Keputusan itu disampaikan setelah mendengarkan pleidoi dari terdakwa yang disambung dengan penyampaian replik (tanggapan jaksa) dan duplik (jawaban terdakwa) dalam sidang kemarin.

“Sidang selanjutnya ditunda hingga Rabu 24 Oktober 2018 dengan agenda pembacaan putusan,” kata Hakim Ketua, Totok Yanuarto kepada JPU Musryid SH dan terdakwa Ridwan bersama kuasa hukumnya, Kadri Sufi.

Selama ini, terdakwa Ridwan ditahan di Rutan Banda Aceh yang berada di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar. Dalam sidang penyampaian pleidoi kemarin, terdakwa telah mengakui perbuatannya dan menyatakan menyesal. Terdakwa juga mengaku sudah bertaubat dan ingin mengabdi kepada orang tuanya. “Terdakwa tidak mau dihukum mati, karena masih mau hidup sebagaimana layaknya orang lain. Apalagi terdakwa belum berkeluarga,” demikian isi pleidoi terdakwa yang disampaikan Kadri Sufi.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved