PLN Segel 1.300 Meteran

Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Lhokseumawe dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN

PLN Segel 1.300 Meteran
YOUTUBE
Ilustrasi 

* Tertunggak Bayar Satu Bulan

LHOKSEUMAWE - Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Lhokseumawe dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Lhokseumawe Kota hingga Selasa (23/10) telah menyegel 1.300 meteran pelanggan, karena belum membayar rekening jatah Oktober 2018. Disamping itu, mereka juga telah melakukan pemutusan rampung aliran listrik terhadap 86 pelanggan, karena tertunggak rekening hingga dua bulan lebih.

Manajer ULP PLN Lhokseumawe Kota Mukhtar Juned menjelaskan, tim gabungan sudah diturunkan ke lapangan sejak Jumat (19/10) lalu. Tujuannya melakukan pemutusan rampung bagi pelanggan yang tertunggak rekening listrik dua bulan ke atas, sekaligus mengimbau bagi pelanggan yang belum membayar rekening listrik jatah Oktober 2018.

Sesuai aturan, kata dia, untuk jatah bulan Oktober 2018, paling lambat rekening harus dibayar pelanggan pada Sabtu (20/10) lalu. Namun, hingga kini tetap masih ada 7.302 pelanggan yang belum membayar rekening jatah Oktober dengan total tunggakan Rp 1,3 miliar. “Makanya sejak kemarin (Senin-red) tim mulai melakukan penyegelan khusus yang belum membayar rekening jatah Oktober. Sehingga sampai sekarang sudah ada 1.300 meteran pelanggan yang kita segel,” ujarnya.

Sedangkan yang tertunggak dua bulan ke atas saat ini berjumlah 769 pelanggan, dengan jumlah tunggakan Rp 240 juta. “Dari 769 pelanggan yang tertunggak dua bulan lebih ini, baru selesai kita lakukan pemutusan rampung pada 86 pelanggan,” katanya.

Dipastikan Mukhtar Juned, tim gabungan ini akan terus melakukan pemutusan bagi pelanggan yang telah tertunggak dua bulan bila tidak segera melakukan pembayaran. Begitu juga tim akan melakukan penyegelan hingga tuntas pada pelanggan yang tertunggak rekening jatah Oktober ini.

Bagi pelanggan yang sudah disegel, bila ingin bisa menikmati aliran listrik lagi ke rumahnya, maka harus membayar rekening tertunggak. Selanjutnya membawa bukti pembayaran ke kantor PLN. “Khusus yang telah dilakukan pemutusan rampung, maka wajib membayar tunggakan dan membayar biaya seperti jumlah pemasangan baru, baru bisa dialiri listrik lagi ke rumahnya,” demikian Mukhtar Juned.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved