Puluhan Kendaraan tak Layak Jalan

Puluhan kendaraan angkutan penumpang dan barang terjaring razia gabungan di Jalan Soekarno-Hatta

Puluhan Kendaraan tak Layak Jalan
KADISHUB Kota Banda Aceh, Muzakir Tulot bersama tim gabungan melakukan razia angkutan umum dan barang di Jalan Soekarno Hatta, kawasan Mibo, Banda Aceh, Rabu (24/10). 

* Masa Berlaku KIR Berakhir

BANDA ACEH - Puluhan kendaraan angkutan penumpang dan barang terjaring razia gabungan di Jalan Soekarno-Hatta, depan RSUD Meuraxa, Banda Aceh, Rabu (24/10). Angkutan tersebut dinyatakan tak layak jalan lagi karena masa berlaku pengujian kendaraan bermotor atau sering disebut KIR sudah berakhir.

Operasi gabungan untuk penertiban KIR serta surat kendaraan angkutan penumpang dan barang tersebut melibatkan personel dari jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) Banda Aceh, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh, dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banda Aceh.

Kadishub Banda Aceh, Drs Muzakir Tulot MSi, mengatakan, pemeriksaan KIR merupakan persyaratan teknis bagi semua kendaraan angkutan penumpang dan barang, terutama yang berpelat kuning. Tujuannya, sebut Muzakir, untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.

“KIR diatur dalam Pasal 48-55 Peraturan Menteri Perhubungan dan UU Nomor 22 2009 tentang LLAJ. Uji KIR ini harus dilakukan secara berkala tiap enam bulan sekali,” kata Muzakir, kepada Serambi.

Ditambahkan, KIR juga bagian dari serangkaian kegiatan menguji dan memeriksa bagian kendaraan pengangkutan barang dan penumpang dalam rangka mewujudkan persyaratan teknis dan laik jalan yang pengujiannya diawasi oleh otoritas Dinas Perhubungan.

Kabid Pembinaan Pengawasan dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Banda Aceh, Sadli, mengatakan, mobil angkutan umum barang dan penumpang harus diuji KIR, agar kendaraan itu memenuhi syarat atau layak jalan atau tidak. “Sehingga kendaraan itu nanti tidak akan menimbulkan masalah di jalan raya seperti terlibat dalam kecelakaan, menimbulkan polusi udara dan hal-hal lain,” jelas Sadli.

Dijelaskan, pemeriksaan uji KIR meliputi pemeriksaan sistem pengereman (apakah rem mobil yang sedang diuji pakem atau tidak) dan pemeriksaan kondisi ban apakah layak digunakan atau tidak. “Kemudian kondisi wiper mobil bisa berfungsi dengan baik atau tidak dan pengecekan suara klakson bisa didengar dengan baik atau tidak,” pungkas Sadli.(mir).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved