KPK Bantah Keluarkan Surat Pemanggilan Terhadap Kapolri Sebagai Tersangka, Polri Pastikan Hoaks

Menurut Febri, keterangan yang tertera di dalam surat tersebut dapat dengan mudah membuktikan bahwa surat itu palsu.

KPK Bantah Keluarkan Surat Pemanggilan Terhadap Kapolri Sebagai Tersangka, Polri Pastikan Hoaks
Tribunnews.com/Valdy Arief
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

Tito diduga melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan menerima suap dari petinggi CV Sumber Laut Perkasa saat dirinya menjabat sebagu Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.

Narasi yang Beredar:

Foto surat tersebut beredar di media sosial pada Jumat (26/10/2018).

Selain media sosial, foto itu juga beredar di sejumlah grup pesan aplikasi Whats App.

Dalam surat bernomor Spgl/5511/DIK.01.00/40/10/2018, disebutkan bahwa Tito diminta menghadap penyidik KPK, Rilo Pambudi dan tim di kantor KPK pada Jumat (2/11/2018) pukul 10.00 WIB terkait dugaan korupsi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan, surat panggilan terhadap Tito Karnivan merupakan hoaks.

Hingga saat ini, Polri dan KPK sedang mengejar pelaku yang membuat berita bohong tersebut.

"Langkah kami selanjutnya adalah dari Direktorat Cyber Crime, kemudian didukung dengan seluruh tim kekuatan multimedia Polri akan melakukan pencarian pelaku," ujar Setyo.

Menurut Setyo, pelaku pembuat surat palsu ini harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Oleh karena itu, untuk mencegah tersebarnya berita bohong, Setyo mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarkan foto surat tersebut.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved