Luar Negeri

NATO Kerahkan 50.000 Pasukan, 10.000 Kendaraan, 250 Pesawat Dalam Latihan Militer, Ini Reaksi Rusia

"Aktivitas militer NATO dekat perbatasan kami telah mencapai tingkat tertinggi sejak masa Perang Dingin,"

NATO Kerahkan 50.000 Pasukan, 10.000 Kendaraan, 250 Pesawat Dalam Latihan Militer, Ini Reaksi Rusia
NATO Galang Latihan Perang Terbesar Pasca Perang Dingin 

SERAMBINEWS.COM - NATO menggelar latihan militer terbesar sejak berakhirnya Perang Dingin pada hari Kamis (25/10/2018) di Norwegia.

Jerman mengirim kontingen militer terbesar kedua, dalam rangka mempersiapkan diri untuk memimpin pasukan gerak cepat NATO.

Latihan perang "Trident Juncture" melibatkan sekitar 50.000 pasukan, 10.000 kendaraan, 250 pesawat dan 65 kapal perang dari semua 29 anggota aliansi, ditambah Swedia dan Finlandia.

Baca: Rusia Perkuat Pertahanan Udara di Suriah, Benarkah Tujuan Utamanya untuk Bentengi Iran dari Israel?

Manuver ini berlangsung selama dua minggu di ruang udara dan laut di seluruh di Norwegia.

Tujuan dari latihan ini adalah untuk menguji dan melatih "Very High Readiness Joint Task Force" (VHRJTF) NATO, yang nantinya akan berada di bawah komando Jerman.

Pasukan gabungan gerak cepat ini dirancang untuk mempelopori pertahanan negara anggota aliansi yang menghadapi serangan dari luar.

Baca: Donald Trump Ngamuk karena India Abaikan Larangan Beli Rudal Rusia dan Minyak Mentah Iran

VHRJTF NATO dirancang aliansi pertahanan Atlantik Utara itu pada tahun 2014 setelah aneksasi Rusia di Semenanjung Krimea.

Rusia protes latihan gabungan NATO

Rusia, yang berbatasan dengan Norwegia, diundang NATO untuk memantau latihan perang itu.

Namun Kementerian Pertahanan Rusia mengecam manuver besar-besaran itu.

Baca: Presiden AS Berniat Akhiri Perjanjian Nuklir, Putin Siapkan Rudal yang Bisa Ratakan Amerika

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved