Suplai Air PDAM Macet

Suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase, Aceh Utara kepada seribuan

Suplai Air PDAM Macet
WARGA Desa Blang Aman, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara menyandera mobil tangki milik PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara di desa setempat 

* Untuk Seribuan Pelanggan
* Ekses Pipa Distribusi Patah

LHOKSEUMAWE - Suplai air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mon Pase, Aceh Utara kepada seribuan pelanggan di Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara dan Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dilaporkan macet total, sejak Rabu (24/10) kemarin. Hal ini akibat pipa distribusi air yang berada di lokasi pembangunan jembatan Desa Paya Teungoh, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, patah. Informasi yang diterima Serambi, hingga Kamis (25/10) sore, distribusi air belum normal kembali.

Direktur PDAM Tirta Mon Pase, Aceh Utara, Zainuddin Rasyid membenarkan kalau suplai air bersih kepada seribuan pelanggan macet total, akibat patahnya pipa besi berukuran 10 inc. Pipa tersebut, jelasnya, selama ini berfungsi untuk mendistribusikan air dari instalasi pengolah air di Simpang Keuramat kepada pelanggan di dua kecamatan tersebut.

Zainuddin menerangkan, selama ini posisi pipa distribusi yang melintasi sungai kecil tersebut, ditahan dengan penyangga. “Namun, saat selesai pembongkaran jembatan lama untuk proses pembangunan jembatan baru, pipa itu tak ada lagi penyangga sehingga patah. Eksesnya, suplai air ke seribuan pelanggan pun langsung macet total,” ujarnya.

Untuk menanggulangi permasalahn ini, ucap dia, pihaknya telah menurunkan petugas ke lokasi kejadian guna melakukan penyambungan kembali pipa yang patah. Zainuddin menargetkan, proses penyambungan pipa distribusi itu bisa selesai paling telat pada Jumat (26/10) siang hari ini. “Insya Allah, besok siang (siang ini-red), pipa yang patah selesai disambung, sehingga suplai air bersih ke pelanggan akan normal kembali,” ungkapnya.

Pada bagian lain, Direktur PDAM Tirta Mon Pase, Aceh Utara, Zainuddin Rasyid membeberkan, rusaknya jaringan pipa saat proses pembangunan jembatan atau jalan, sudah sering dialami pihaknya. Hal ini karena pihak rekanan tidak berkoordinasi dengan PDAM saat akan memulai pekerjaan.

Oleh sebab itu, dia mengharapkan kepada pemerintah, khususnya dinas yang menangani pembangunan jalan atau jembatan, agar ke depan mewajibkan pihak rekanan yang akan melakukan pembangunan jembatan maupun jalan di lokasi yang diperkirakan ada jaringan pipa PDAM, untuk dapat memberitahu dan berkoodinasi dengan pihaknya. Tujuannya supaya kerusakan pipa distribusi air akibat adanya proses pembangunan jalan atau jembatan bisa terhindari. “Perlu kita sadari bersama, pembangunan jalan ataupun jembatan memang untuk kepentingan masyarakat. Begitu juga jaringan pipa yang ada di lokasi pembangunan tersebut, juga untuk mendistribusikan air kepada masyarakat,” ulasnya.

“Jadi, marilah kita saling berkoordinasi karena sama-sama memiliki kepentingan untuk masyarakat. Sehingga bila kita saling berkoordinasi dan membantu di lapangan, pastinya tidak akan merugikan masyarakat. Tapi, kalau terus-terusan seperti ini, ujung-ujungnya yang dirugikan tetap masyarakat. Contoh, kejadian sekarang ini, seribuan keluarga tidak bisa mendapatkan air bersih,” pungkas Zainuddin.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved