Draf Hibah Bandara Malikussaleh Rampung

Pemkab Aceh Utara, melalui Dinas Perhubungan setempat dilaporkan sudah merampungkan draf hibah Bandara Malikussaleh

Draf Hibah Bandara Malikussaleh Rampung
Pesawat Garuda Indonesia ATR 72-600 dengan nomor penerbangan GA-7125 mendarat perdana di bandara Malikussaleh, Aceh Utara, Rabu (4/2). Kini Garuda akan terbang tiga kali dalam seminggu, yaitu hari Senin, Rabu, Jumat rute Kuala Namu-Lhokseumawe, Lhokseumawe-Kuala Namu. SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

* Total Aset Rp 200 Miliar

LHOKSUKON - Pemkab Aceh Utara, melalui Dinas Perhubungan setempat dilaporkan sudah merampungkan draf hibah Bandara Malikussaleh yang berada di Kecamatan Muara Batu untuk diserahkan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Ditargetkan, mulai 1 Januari 2019 mendatang, seluruh aset Bandara Malikussaleh yang ditaksir senilai Rp 200 miliar tersebut akan resmi dikelola oleh Kemenhub.

Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan bersedia mengelola Bandara Malikussaleh Aceh Utara untuk pengembangan ke depan. Namun, Kemenhub baru dapat mengembangkan bandara tersebut jika sudah diserahterimakan. Hal itu disampaikan pihak Kemenhub dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib di Pendopo Bupati pada 21 Februari 2018.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh Utara, F Badli kepada Serambi kemarin, menjelaskan, rencana penyerahan pengelolaan Bandara Malikussaleh dari pemkab ke Kementerian Perhubungan sudah diwacanakan sejak akhir 2016 lalu. Hal ini didasari dengan kondisi bandara yang sudah berumur sekitar 40 tahun, sehingga perlu dana besar untuk merehabnya. Makanya, sebut Badli, sejak tahun 2017, pihaknya mulai menyiapkan draf hibah, sekaligus terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Perhubungan.

“Alhamdulillah, sekarang ini draf hibah itu sudah rampung dan telah diteken oleh bupati. Tinggal diteken saja oleh Sekjen Kementerian Perhubungan. Untuk diteken Sekjen, maka pada Selasa (30/10) ini, draf tersebut kita antar ke Jakarta,” katanya.

Dibeberkannya, draf hibah tersebut sudah harus di Jakarta paling lambat Selasa ini, dikarenakan Kementerian Perhubungan akan memploting dana pada APBN tahun 2019 untuk pembangunan terminal kedatangan dan keberangkatan. “Jadi, biar punya dasar penganggaran, maka draf harus sudah ada di Kementerian pasa Selasa ini,” paparnya.

Ditambahkan dia, aset yang dihibahkan itu meliputi tanah, bangunan, dan berbagai fasilitas lainnya, termasuk empat PNS dan 27 tenaga kontrak yang selama ini bertugas di bandara. “Kita harapkan, dengan dikelola oleh pusat, ke depan Bandara Malikussaleh akan lebih maju,” demikian Kadishub Aceh Utara.

Sementara itu, anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma kepada Serambi, kemarin, menerangkan, dalam beberapa kali pertemuannya dengan Kementerian Perhubungan RI, disebtukan kalau pemerintah pusat sudah siap mengelola Bandara Malikussaleh, tapi dengan catatan harus dihibahkan dulu ke Kemenhub. “Bahkan, dalam pertemuan kemarin dengan Dinas Perhubungan Aceh Utara, kita juga mempertanyakan hal itu. Alhamdulillha, pihak dinas menyebutkan sudah rampung persiapannya,” tukas Haji Uma.(bah/jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved