Sebelum Meninggal, Mantan Rektor UIN Prof Ahmad Daudy Sempat Memilih Lokasi Pemakamannya Sendiri

Menurut mantan rektor UIN Ar-Raniry, Prof Farid Wajdi Ibrahim MA, lokasi kuburan Prof Ahmad Daudy merupakan pilihan almarhum sendiri

Sebelum Meninggal, Mantan Rektor UIN Prof Ahmad Daudy Sempat Memilih Lokasi Pemakamannya Sendiri
TEUKU FARHAN
Jenazah Prof Dr Ahmad Daudy tiba di rumahnya di Kampus Darussalam Banda Aceh, Sabtu (27/10/2018) sore. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh periode 1972-1976, Prof Dr Ahmad Daudy MA, telah meninggalkan dunia, Sabtu (27/10/2018) sekira pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.

Mangkat pada usia 88 tahun, almarhum meninggalkan istri dan dua anak lelaki serta satu perempuan.

Sekira Sabtu sore, jenazah sudah berada di kediamannya di Sektor Utara, dekat Pascasarjana Unsyiah, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Baca: Rektor Ketiga UIN Ar-Raniry Prof Ahmad Daudy Meninggal Dunia

Rencananya almarhum akan dishalatkan untuk selanjutnya dimakamkan di Sektor Barat kawasan Lampoh U, Aceh Besar. 

Menurut mantan rektor UIN Ar-Raniry, Prof Farid Wajdi Ibrahim MA, lokasi kuburan Prof Ahmad Daudy merupakan pilihan almarhum sendiri.

Saat menjadi rektor UIN Ar-Raniry, Farid mengaku pernah ditelepon Prof Ahmad Daudy yang meminta untuk menyediakan kuburan baginya.

“Beliau bilang tolong disiapkan tanah kuburan di Sektor Barat, Lampoh U. Saya jawab siap pak, kami berdoa supaya bapak dipanjangkan umur. Tapi beliau jawab, jangan berdoa lagi, sudah cukup, saya sudah siap untuk meninggal,” kata Farid menirukan ucapan almarhum. 

Baca: Peringati Milad Ke-55, UIN Ar-Raniry Rencana Bangun Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Islam

Sepengetahuan Prof Farid, almarhum Ahmad Daudy merupakan pribadi yang bugar meski sudah berusia lanjut.

Namun beberapa waktu lalu, Ahmad pernah mengalami stroke dan dirawat di RS Meuraxa Banda Aceh.

“Setelah sembuh di RS Meuraxa, beliau dibawa pulang. Rupanya sakit lagi dan dirawat di RSUDZA, hingga menghembuskan napas terakhir,” demikian Farid Wajdi.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved