PLN Aceh Jamin Listrik untuk Investor

General Maneger (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Aceh, Ir Jefri Rosiadi, mengatakan pihaknya menjamin

PLN Aceh Jamin Listrik untuk Investor
GM PLN Aceh, Ir Jefri Rosiadi menyaksikan penyerahan daftar penandatanganan pelanggan PLN Premium dan reguler di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (30/10).

* Teken MoU dengan 16 Pelanggan Premium dan Reguler

BANDA ACEH - General Maneger (GM) PT PLN (Persero) Wilayah Aceh, Ir Jefri Rosiadi, mengatakan pihaknya menjamin ketersediaan listrik bagi para investor di Aceh, termasuk saat ini sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 150 MW di Ladong, Aceh Besar. Oleh karena itu, ia berharap investor tak perlu ragu berinvestasi di Aceh.

Jefri menyampaikan hal ini saat acara Multi Stakeholder Forum 2018 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa (30/10). Dalam acara itu, PT PLN Aceh juga menandatangani perjanjian kerja sama (MoU) dengan 16 pelanggan premium dan reguler. Di antaranya PT Bara Energi Listrik dari Nagan Raya, Unsyiah, PDAM Tirta Mountala, Aceh Besar, PT Indojaya Agrinusa, PT Mutiara Sawit Lestari, Pabrik Pala, Unimus Bisnis Center, Pesantren Al-Muslim, dan Kilang Padi Laris.

Dalam acara ini juga hadir perwakilan Pemerintah Aceh, Pemkab/Pemko, jajaran TNI/Polri, perbankan, rumah sakit, perhotelan, perusahaan BUMN, swasta, Masyarakat Ketenaga Listrikan Indonesia (MKI) Aceh, dan undangan lainnya, sehingga selesai penandatanganan MoU itu dilanjutkan diskusi.

“Pertemuan ini kami lakukan untuk menyampaikan kepada publik dan pelanggan yang hadir bahwa PLN sudah siap menerima investor di Aceh yang membutuhkan sumber energi listrik untuk menggerakkan mesin industri, lokasi wisata kuliner, taman hiburan, dan lainnya,” kata Jefri.

Kesiapan itu, kata Jefri, saat ini PLN sedang membangun PLTMG 150 MW di Ladong Aceh Besar. Proyek ini awalnya direncanakan untuk mengantisipasi kebutuhan listrik untuk Pabrik Semen Laweung, Pidie, namun meski saat ini pembangunan pabrik semen itu ditunda karena beberapa hal, proyel PLTMG Ladong terus dilanjutkan dan masih berlanjut hingga kini. “Untuk tahun 2019 ditargetkan akan dioperasikan mesin kapasitas 50 MW dulu, setelah itu dilanjutkan untuk mesin kapasitas 100 MW,” sebut Jefri.

Jefri menambahkan selain PLTMG itu, ada beberapa proyek pembangkit lainnya yang sedang dan akan dibangun PT PLN di Aceh dan sebagian oleh pihak swasta. Oleh karena itu, ia memperkirakan jika semua proyek ini nantinya selesai, maka pada 2022, Aceh tak lagi mendapat bantuan suplai dari pembangkit Sumut, melainkan sebaliknya, yakni menjual surplus listrik ke luar Aceh melalui jaringan tol listrik antar-Sumatera yang sedang dikerjakan saat ini di Aceh. (proyek pembangkit lainnya).

“Tambahan daya listrik dari pembangkit di Sumut selama ini 100 MW/hari akan berkurang sejalan selesainya pembangunan Proyek PLTMG Ladong dan PLTMG Arun Lhokseumawe,” sebut Jefri. Sedangkan terkait program listrik masuk desa, Jefri menyebutkan persentasenya sudah mencapai 98 persen karena masih ada dua persen lagi atau 12 gampong belum masuk jaringan listrik dan akan diselesaikan akhir tahun ini. “Artinya pada awal tahun 2019, listrik masuk desa di Aceh sudah mencapai 100 persen,” demikian Jefri. (her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved