Burrnesha, Para Wanita yang Berperan Jadi Pria dan Menjadi Perawan Selamanya

Hal tersebut membuat mereka memilih untuk berganti peran menjadi laki-laki, yang disebut dengan istilah burrnesha.

Burrnesha, Para Wanita yang Berperan Jadi Pria dan Menjadi Perawan Selamanya
Jill Peters
Wanita yang mengambil sumpah sebagai burrnesha 

Menolak perjodohan itu dapat dianggap sebagai penghinaan yang mengarah pada kekerasan antar keluarga dan perseteruan tanpa henti.

Diana mengatakan, "Secara pribadi, saya membuat pilihan ini untuk memiliki lebih banyak kebebasan."

Diana berusia 17 tahun ketika dia memutuskan untuk menjadi burrnesha.

Saat menjadi gadis kecil, Diana adalah anak yang tomboi.

Ayahnya yang seorang perwira dalam tentara Albania pun memperlakukannya sebagai anak laki-laki, terlebih setelah kakak laki-lakinya meninggal.

Dalam dirinya, Diana merasa seperti anak laki-laki.

Baca: Venue Renang PORA di Mata Ie

Di sekolahnya, dia mengenakan celana panjang, bermain sepak bola, dan terlibat dalam perkelahian.

Satu-satunya identitas untuk jenis kelaminnya adalah rambut panjangnya, yang kemudian juga dipotongnya saat dia berusia 17 tahun.

Dia memberitahu ayahnya bahwa dia ingin mengambil sumpah untuk menjadi perawan dan Diana tidak ingin mendapat jawaban 'tidak' untuk keinginannya tersebut.

Baca: Korsel-Aceh Jalin Kerja Sama Pengembangan SMK

Diana tidak memiliki anak, seperti halnya dia tidak pernah menikah dan tetap menjadi perawan.

Dia mengatakan tidak pernah menyesali pilihannya, yang merupakan satu-satunya cara untuk menemukan kebebasan.

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Kisah Burrnesha: Para Wanita yang Berperan Jadi Pria dan Menjadi Perawan Selamanya

Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved