PTUN Tolak Gugatan Pilkada Subulussalam

Gugatan sengketa Pilkada Subulussalam yang diajukan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 2

PTUN Tolak Gugatan Pilkada Subulussalam
RIBUAN massa menghadiri kampanye akbar Pasangan Calon Wali Kota/Wakil Wali Kota nomor urut 2,Sartina/Dedi Anwar Bancin. SERAMBI/KHALIDIN 

Sebelumnya, Merah Sakti selaku Ketua Pembina mengatakan, langkah hukum yang dilakukan pihaknya ke PTUN Banda Aceh untuk meluruskan beberapa hal yang dinilai menyimpang dari ketentuan, yakni terkait peraturan tentang syarat administrasi calon kepala daerah. Persoalan inilah yang dibawa pihaknya ke MK, bukan soal selisih suara atau surat keterangan (suket).

“Qanun (Pilkada) ini digodok DPRA. Perlu memahami hak-hak konstitusional. Kita tidak menyudutkan seseorang, tapi ini karena memang ada diatur di qanun soal syarat calon kepala daerah, tapi mengapa ini dikangkangi?,” pungkas Ketua DPD II Partai Golkar Kota Subulussalam ini.

Terpisah, Komisioner KIP Kota Subulussalam, Arman Bako, yang dikonfirmasi Serambi tadi malam membenarkan soal ditolaknya gugatan Sartina-Dedi oleh PTUN Banda Aceh.

“Iya benar, kemarin (Selasa, 30/10) putusan selanya dan hakim menolak gugatan mereka,” kata Arman Bako.

Saat ditanyakan apakah langkah hukum yang dilakukan pasangan tersebut akan berdampak pada proses pelantikan pasangan terpilih? Arman mengaku tidak tahu. Tetapi yang pasti, ia tegaskan, tahapan Pilkada sudah selesai dengan telah ditetapkannya paslon Affan Alfian Bintang-Salmaza pada 13 Agustus 2018 kemarin.

“Semuanya sudah tuntas, tinggal pelantikan saja,” imbuh Komisioner KIP Subulussalam ini.

Apabila mengacu pada masa jabatan dan pelantikan Wali Kota Subulussalam Merah Sakti hasil Pilkada 2013 lalu yang berakhir 5 Mei 2019 mendatang, maka jadwal pelantikan Bintang-Salmaza akan dilaksanakan pada 5 Mei 2019. “Itu jika tidak molor,” tutup Arman Bako.(lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved