‘Penyelundupan’ Elpiji Melon Digagalkan

Satulan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Barat Daya (Abdya) kembali berhasil menggagalkan ‘penyelundupan’

‘Penyelundupan’ Elpiji Melon Digagalkan
KASAT Pol PP Abdya, Riad memperlihatkan gas 3 Kg bersubsidi yang berhasil ditangkap personel Satpol PP Abdya, Rabu (31/10) malam. 

* Pikap dan Puluhan Tabung Diamankan

BLANGPIDIE - Satulan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Barat Daya (Abdya) kembali berhasil menggagalkan ‘penyelundupan’ sekaligus mengamankan puluhan tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) atau elpiji melon pada Rabu (31/10) malam. Hal itu terjadi setelah anggota Satpol PP sukses menghadang mobil pikap pengangkut elpiji melon saat hendak ‘mengekspor’ gas bersubsidi itu ke Aceh Selatan.

Informasi yang dihimpun Serambi, proses penghentikan aksi ‘penyelundupan’ gas bersubsidi itu tergolong dramatis. Kronologisnya, sebelum pikap pengangkut elpiji melon itu tiba di perbatasan Abdya-Aceh Selatan, tepatnya di kawasan Jembatan Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil, anggota Satpol PP Abdya yang dipimpin langsung Kasat Riad SE melakukan penghadangan. Setelah mobil berhenti, anggota Satpol PP kemudian membuka terpal yang menutupi bak belakang pikap tersebut.

Setelah memastikan bahwa pikap itu membawa puluhan gas bersubsidi, akhirnya Satpol memboyong mobil beserta tabung gas tersebut ke kantor Satpol PP setempat. “Mobil itu bergerak dari Blangpidie, kabarnya gas itu dibawa dari salah satu Pangkalan di Blangpidie,” ujar salah seorang sumber Serambi yang tak ingin dibeberkan identitasnya.

Kasatpol PP Abdya, Riad SE yang dihubungi Serambi membenarkan adanya penangkapan pikap bermuatan puluhan elpiji melon tersebut. “Iya benar, ada 56 gas melon yang kita amankan. Kita tangkap di Krueng Baru, hampir sampai perbatasan,” ujarnya. Dia membeberkan, gas bersubsidi itu diangkat langsung oleh pemilik pangkalan gas yang berada di kawasan Blangpidie. “Pemilik pangkalan langsung yang mengangkut dan mobil itupun punya dia,” sebutnya.

Gas bersubsidi tersebut, lanjut Riad, rencananya akan dijual kepada pedagang di kawasan Labuhan Haji, Aceh Selatan dengan harga Rp 30.000 per tabung. “Iya, mobil dan puluhan tabung gas sudah kita giring ke kantor, sebagai barang bukti,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT mengapresiasi penangkapan pelaku ‘penyelundupan’ gas bersubsidi yang dilakukan oleh Satpol PP Abdya. “Ini patut kita apresiasi. Ke depan, kita minta Satpol PP terus melakukan razia secara intensif dan tidak berhenti,” ujar Muslizar MT seusai mendatangi kantor Satpol PP Abdya.

Dengan adanya razia itu, kata dia, kelangkaan dan kesulitan masyarakat mendapatkan elpiji melon di Abdya akan teratasi. Soalnya, selama ini masyarakat sangat kesulitan mendapatkan gas bersubsidi itu. Bukan itu saja, sebut Wabup, bahkan harga jualnya pun mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per tabung, jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Bupati Abdya.

“Kita berharap, dengan adanya razia ini, tidak ada lagi pangkalan nakal, sehingga gas melon ini bisa dinikmati oleh masyarakat miskin dengan harga Rp 22.500 per tabung,” pungkasnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved