'Bapak Taliban' Pakistan Ditikam Hingga Tewas

Maulana Sami ul-Haq tewas akibat ditikam di rumahnya, Jumat (2/11/2018) malam. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan pun mengutuk pembunuhan itu.

'Bapak Taliban' Pakistan Ditikam Hingga Tewas
Anadolu Agency
Pemuka agama sekaligus anggota parlemen Pakistan, Maulana Sami ul-Haq tewas dibunuh pada Jumat (2/11/2018). Putra sulungnya, Maulana Hamid ul-Haq mengatakan bahwa ayahnya telah ditikam sampai mati, dan ia menemukan ayahnya terbaring bersimbah darah di rumah mereka. 

SERAMBINEWS.COM, KARACHI - Pemimpin spiritual muslim Pakistan, Maulana Sami ul-Haq tewas di rumahnya Jumat (2/11/2018) malam. Para pejabat setempat mengatakan, pemimpin yang dikenal sebagai 'Bapak Taliban' itu tewas dalam sebuah serangan menggunakan pisau.

Maulana Yousaf Shah, juru bicara partai politik tempat almarhum berkiprah,  Jamiat Ulema Islam, mengkonfirmasi ke Anadolu Agency bahwa Haq dibunuh di kediamannya di Kota Rawalpindi, utara Pakistan.

Putra sulungnya, Maulana Hamid ul-Haq mengatakan bahwa ayahnya ditikam sampai mati. Dia menemukan ayahnya terbaring bersimbah darah.

Baca: Pertempuran Sengit, 100 Tentara Afghanistan dan 194 Taliban Meninggal Dalam Perebutan Kota Ghazni

Haq adalah mantan kepala sekolah agama di kota Akora Khattak, di barat laut provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di mana beberapa pemimpin kelompok Taliban Afghanistan menempuh pendidikan. Karena itulah dia dijuluki sebagai "Bapak Taliban".

Dia juga pernah menjabat sebagai anggota Senat pada 1985-1991 dan 1991-1997. Dan dalam pemilihan umum bulan Juli lalu, dia bersekutu dengan partai Pakistan Tehreek-e-Insaf yang berkuasa.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan yang sedang berkunjung ke China pun mengutuk pembunuhan itu dan memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Sami ul Haq lahir pada 18 Desember 1937 di Akora Khattak , Provinsi Perbatasan Barat Laut India Britania (sekarang Khyber Pakhtunkhwa , Pakistan ).

Ayahnya adalah Moulana Abdul Haq, yang dididik di Darul Uloom Deoband di India. Dia memulai pendidikannya pada 1946 di Darul Uloom Haqqania , yang didirikan oleh ayahnya. 

Di sana ia belajar fiqh , usul al-fiqh , sastra Arab, logika, tata bahasa Arab (sarf dan nahw), tafsir, dan Hadis. Karena itu ia pun fasih berbahasa Arab, bahasa Urdu , bahasa nasional Pakistan, dan bahasa daerah Pashto. 

Haq adalah pemimpin spiritual yang bersimpati dengan Taliban. Kepada Amerika, ia menyatakan: "Beri mereka waktu satu tahun dan mereka akan membuat seluruh Afghanistan senang," katanya.

Halaman
12
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved