Dewan Sorot Pasokan Premium

Anggota DPRK Pidie menyorot pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium pada malam hari ke SPBU

Dewan Sorot Pasokan Premium
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax habis di SPBU Pantee Perak, Susoh, Abdya, Senin (20/8/2018). Area SPBU tampak kosong melompong. Foto direkam sekira pukul 11.30 WIB. 

* Seharusnya, tidak Dilakukan Malam Hari

SIGLI - Anggota DPRK Pidie menyorot pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium pada malam hari ke SPBU. Kondisi itu membuat para pengendara harus berjam-jam antre di SPBU sampai dinihari, padahal pasokan dapat dilakukan pada pagi atau siang hari, sehingga warga tidak perlu ‘bedagang’ lagi.

Isa Alima, Ketua Komisi C DPRK Pidie, Kamis (1/11) mengaku telah menerima laporan dari masyarakat atas kondisi itu dalam beberapa hari terakhir ini. “Warga harus ikut antrean panjang di SPBU pada malam hari dan saya telah lihat sendiri kondisi itu,” katanya.

Dia menjelaskan jadwal pasokan premium bersubsidi seharusnya dirubah, dari malam hari menjadi pagi atau siang hari. Bahkan, dia menduga, pengisian premium di SPBU pada malam hari rawan penyelewengan BBM, selain mengganggu jam istirahat warga.

Isa juga menyinggung pedagang pengecer yang masuk sebagai usaha kecil menengah (UKM) harus dibatasi saat membeli premium, karena stok SPBU bisa cepat habis, jika hal itu tidak dilakukan. “Saya berharap, jadwal pasokan premium ke SPBU di Pidie dievaluasi kembali, karena warga tidak mengetahui, sampai kapan harus antre sampai dinihari,” urainya.

Menurut dia, dampak premium dipasok pada malam hari, telah menyebabkan BBM bersubsidi itu kerap mengalami kelangkaan, selain menjamurnya pedagang pengecer yang membeli premium menggunakan jeriken, sehingga stok cepat habis. Dia mengakui, ada aturan yang memperbolehkan SPBU menjual premium kepada usaha mikro, tetapi tidak boleh melebihi ketentuan.

Disebutkan, sebagian warga ikut antrean ada yang kecewa, karena stok premium sudah habis. “Kami berharap, dinas terkait bersama polisi ikut mengawasi penyaluran BBM di SPBU, khususnya premium, karena rawan penyelewengan,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie, Idham, Kamis (1/11) menyebutkan kelangkaan premium, seusai Pertamina mengurangi kuota premium. Disebutkan, saat ini, jatah yang didapat SPBU, antara 8.000 sampai 16.000 liter per hari.

Selain itu, lanjutnya, saat pemerintah mengizinkan masyarakat membeli premium bersubsidi dari SPBU, maka stok menjadi terbatas. Dia menegaskan warga yang membeli premium di SPBU harus mengantongi surat izin dari Disperindagkop Pidie atau pejabat yang berwenang dengan jumlah 100 liter per hari.

Tetapi, bagi warga yang memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), maka diberikan 500 liter per hari. Dikatakan, hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2012 tentang penjualan eceran dan penggunaan BBM tertentu. “Syaratnya, bagi usaha mikro dibolehkan menjual BBM harus mengantongi surat dari pejabat berwenang,” pungkasnya.(naz)

kondisi spbu
* Premium dipasok pada malam hari
* Ratusan kendaraan antre di SPBU
* Pedagang pengecer BBM juga ikut
* Stok premium terkuras habis
* Pagi hari, stok premium kosong
* Warga tunggu sampai malam hari
* Sampai kapan itu terjadi?
* Jadwal pasokan harus dirubah

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved