Breaking News:

Lima Nelayan Aceh Tamiang Dihukum Masing-masing 6 Bulan Penjara di Malaysia

Nelayan Aceh ini dituduh menangkap ikan di perairan Malaysia, tanpa kebenaran alias tidak ada izin dari otoritas setempat

Penulis: wed | Editor: Zaenal
IST
Dr Made Jakfar Abdullah MA juru bahasa asing Mahkamah Persekutuan Malaysia 

Laporan Misbahuddin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM BANDA ACEH - Mahkamah Majistret Langkawi, Kedah, Malaysia menjatuhkan hukuman penjara masing-masing 6 bulan untuk lima orang nelayan Aceh asal Gampong Alu Ie Puteh Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.

Putusan Mahkamah Majistret Langkawi itu dibacakan majelis hakim yang dipimpin hakim Abidah Husna Binti Zainal, dalam persidangan yang berlangsung Rabu (31/10/2018).

Kelima nelayan dimaksud adalah, Syamsul bahri (42) tekong, dan Syahrul Rizal Yahya (38), MN Azis Saputra (20), Sunaryo  (40)dan M. Sakbani (24).

Kabar tersebut disampaikan Dr Made Jakfar Abdullah MA juru bahasa asing Mahkamah Persekutuan Malaysia melalui pesan tertulis kepada Serambinews.com, Sabtu (3/11/2018).

Baca: Lima Nelayan Aceh Ditahan Malaysia

Baca: Nelayan Aceh, di Laut dan Darat Bermasalah

Made menyebutkan, para nelayan Aceh itu dinyatakan bersalah karena menangkap ikan di perairan Malaysia.

Mereka juga tidak memiliki dokumen perjalanan dan dokumen pribadi.

“Mereka ditangkap pada 12 Juli 2018 oleh Pasukan Maritim Malaysia di wilayah perairan Malaysia pada jarak 1.1 batu nautika dengan jarak daratan berhampiran dengan Pulau Perak Kedah,” ujar Dr Made Jakfar Abdullah MA yang juga dosen di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dijelaskan juga, kelima nelayan Aceh ini dituduh menangkap ikan di perairan Malaysia, tanpa kebenaran alias tidak ada izin dari otoritas setempat.

Kelima nelayan tersebut menggunakan bot KM Wulandari tanpa nomor pendaftaran dan kelima nelayan tersebut juga tidak memiliki dokumen perjalanan maupun dokumen pengenalan pribadi.

Made Jakfar Abdullah, kelima nelayan itu dituntut dengan seksyen 25 (a) di bawah akta perikanan 1985 seksyen 19.

Ancaman hukumnya adalah 1 juta ringgit (Rp 3,5 miliar) bagi tekong dan 100 ribu ringgit (Rp 358 juta) bagi masing-masing anak buah kapal.

Baca: Kesaksian Nelayan atas Jatuhnya Lion Air, Berada 200 Meter dari Lokasi, Suaranya sampai Jedung

Baca: Bupati Serahkan Santunan Asuransi Untuk Nelayan Simeulue Rp 200 Juta

Setelah melalui proses persidangan, akhirnya Mahkamah Majistret Langkawi Kedah Malaysia menjatuhkan hukuman denda 200 ribu ringgit Malaysia (Rp 717 juta) untuk Samsul Bahri sebagai tekong, dan 30 ribu ringgit Malaysia (Rp 107 juta) untuk untuk masing-masing ABK yaitu:  Syahrul riza Yahya, NM Ajis saputra, Sunaryo, dan M. Sakbani.

Bila tidak mampu membayar denda, maka mereka harus menjalani hukuman penjara selama 6 bulan.

“Karena tidak sanggup membayar denda, kelima nelayan asal Aceh Gampong Alu Ie Puteh, Kecamatan Manyak Payet ini, memilih hukuman penjara. Mereka mulai menjalani hukuman terhitung mulai tanggal 31 Oktober 2018,” kata Made Jakfar Abdullah.(*)

Baca: Asrizal H Asnawi Berangkatkan Warga Pilihan Netizen Umrah Gratis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved