23 Peserta Meriahkan Sabang Freediving, Ini Negara yang Ikut Berpartisipasi

Para peserta akan mengikuti tiga jenis perlombaan di event ini. Ketiga jenis tersebut adalah Constant Weight yang diselenggarakan 3-4 November.

23 Peserta Meriahkan Sabang Freediving, Ini Negara yang Ikut Berpartisipasi
SERAMBI/MUHAMMAD NASIR
Wisatawan dari Iboih menuju pulau Rubiah, Sabang, Minggu (31/12/2017) 

Laporan Muhammmad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Sebanyak 40 peserta yang berasal dari 23 negara akan berpartisipasi dalam Sabang International Freediving Competition (SIFC) 2018. Kegiatan yang berlangsung 3-8 November 2018 akan dipusatkan di kawasan Pelabuhan Balohan Sabang.

Sabang International Freediving ini diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Tujuannya dalam rangka memperkenalkan Sabang sebagai salah satu spot diving di dunia.

Baca: Divonis Bebas Setelah Ditahan 7 Bulan Lebih, Iwan Sedih Karena tak Bisa Nafkahi Istri Saat Hamil

Negara yang menirim peserta, yaitu Austria, Cina, Jerman, Indonesia, Macau, Malaysia, Brunai Darussalam, Jepang, Hongkong, Hongaria, Korsel, Belanda, Filipina, Singapura, Swiss, Thailand, Rusia, Afrika Selatan, Taiwan, Ukraina, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat.

Para peserta akan mengikuti tiga jenis perlombaan di event ini. Ketiga jenis tersebut adalah Constant Weight yang diselenggarakan 3-4 November, Free Immersion 5-6 November, dan Constant Weight No Fins pada 7-8 November.

Baca: Orang yang Kesepian Ternyata 50 Persen Berisiko Menyebabkan Kematian di Usia Muda, Kok Bisa?

Kompetisi itu akan memperebutkan total hadiah Rp100 juta. Plt Kadisbudpar Aceh, Amiruddin kepada Serambinews.com, Minggu (5/11/2018) mengatakan, kegiatan itu akan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan secara luas ke mancanegara, khususnya pariwisata Sabang.

Menurutnya, Sabang sudah sangat mendukung untuk dilaksanakan event internasional, karena sebelumnya sudah ada sejumlah event yang dilaksanakan di pulau tersebut.

Amiruddin, mengatakan SIFC 2018 merupakan lanjutan Sail Sabang 2017 yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegera ke Aceh.

Dikatakan, Sabang tidak hanya dikenal luas sebagai destinasi wisata bahari, khususnya kegiatan wisata kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yacht).

Baca: Warga Boyolali Tuntut Permintaan Maaf, Prabowo: Saya Juga Bingung kalau Bercanda Dipersoalkan

Namun memilik spot terbaik untuk atraksi wisata freediving. Ia optimis jika Sabang akan menjadi spot terbaik dunia untuk kegiatan freediving.

Ada beberapa faktor pendukung yang membuat Sabang mampu menjadi spot terbaik freediving. Pertama, Sabang memiliki Teluk Balohan yang kedalamannya mencapai 143 meter.

Teluk Balohan tidak hanya memiliki kedalaman yang bagus untuk aktivitas freediving, tetapi perairannya juga tenang, dan aman dari tekanan arus kuat (blue holes).

“Faktor menentukan lainnya adalah sikap warga Sabang yang menyambut dengan ramah wisatawan,” ujar Amiruddin.

Selain itu, Sabang juga memiliki sejumlah spot menarik lain yang menjadi sasaran para pecinta diving mancanegara.

Baca: Kisah Pemuda Aceh Tengah tak Bersalah Setelah Ditahan 7 Bulan 25 Hari dan Dituntut 16 Tahun Penjara

Adapun spot yang dimaksud adalah Batee Gla, The Canyon, Batee Tokong, Pante Peunatong, Seulako Drift, Arus Balee, Taman Rubiah, Batee Meuronron, Wreck Sophie Rickmers, Batee Dua Gapang, Limbo Gapang, Vulcano Under Water, Lhong Angen, Batee Meuduro, Anoi Itam, Bak Kopra dan Wreck Tug Boat. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved