Jalan ke Meulaboh Tak Lagi Dialihkan

Ruas jalan Banda Aceh-Meulaboh (Jalan USAID) sejak kemarin sore hingga pukul 23.00 WIB tadi malam ditutup

Jalan ke Meulaboh Tak Lagi Dialihkan
FOR SERAMBINEWS.COM
Lalu lintas lintas provisi kawasan Jalan nasional Banda Aceh- Aceh Jaya kilometer 132 Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya kembali normal setelah sebelumnya lumpuh akibat tertutup longsor 

* Pembersihan Batu Tuntas Pukul 23.00 WIB

BANDA ACEH - Ruas jalan Banda Aceh-Meulaboh (Jalan USAID) sejak kemarin sore hingga pukul 23.00 WIB tadi malam ditutup dan dialihkan sementara ke jalur lama sebelum tsunami, karena ada pembersihan batuan labil berukuran raksasa yang diluruhkan dari tebing di Jalan USAID tersebut demi menghindari longsor. Tapi, terhitung pukul 23.00 WIB tadi malam jalan itu sudah bisa lagi dilintasi setelah dibersihkan menggunakan beko dan semprotan air dari mobil pemadam kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek SH yang menghubungi Serambi tadi malam menyebutkan, di tebing Gunung Cingkarang, Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, ada bongkahan batu besar (Teuku Dadek menyebutnya “sebesar rumah” -red) yang dikhawatirkan akan jatuh dan bakal menutupi badan jalan.

Untuk menghindari batu tersebut jatuh sendiri dan menutupi badan jalan, pihak BPBA berinisiatif menyemprotkan air ke sekeliling bongkahan batu tersebut agar jatuhnya sesuai rencana. Ternyata, tidak mudah menjatuhkannya. “Setelah sebelas tangki air disemprotkan dari mobil damkar ke batu tersebut, barulah terlepas dari tebing dan jatuh ke badan jalan sekitar pukul 20.00 WIB. Nah, untuk membersihkan bongkahan batu itu dari jalan makanya jalur dari Banda Aceh ke Meulaboh dan sebaliknya dialihkan sementara,” kata Teuku Dadek.

Titik pengalihan jalan tersebut berada di Desa Sawang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Menurut Teuku Dadek, ruas jalan yang ditutup sementara itu telah diberi sejumlah rambu, sedangkan pengguna jalan dialihkan ke jalan lama sebelum tsunami. “Juga ada petugas yang standby di jalan tersebut untuk mengatur lalu lintas sejak sore kemarin,” kata Dadek.

Dadek menambahkan, meski bongkahan batu besar itu tadi malam sudah berhasil dijatuhkan ke jalan, tapi masih ada sebagian lagi batuan labil berukuran sedang yang bercokol di tebing bukit. Cuma, lengan alat berat (beko) tak mampu menjangkau batuan labil tersebut.

Peluruhan batuan labil itu sengaja dilakukan, kata Dadek, untuk menghindari kejadian tak terduga, misalnya, saat bongkahan batu jatuh justru menimpa kendaraan yang melintas atau pengendara sepeda motor. Alasan kedua, saat batu itu jatuh jangan sampai menghambat arus lalu lintas sehingga terjadi kemacetan panjang.

Semula diprediksi, pembersihan badan jalan tersebut dari batu dan lumpur baru akan selesai pagi ini. Setelah itu barulah jalur tersebut bisa dilintasi lagi seperti sedia kala. Tapi ternyata, pukul 23.03 tadi malam, Teuku Dadek mengabarkan kepada Serambi bahwa jalan tersebut sudah lancar kembali karena tadi malam para pekerja lembur dan “berjibaku” untuk membersihkan ruas jalan itu dari bongkahan batu dan lumpur.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT menghendaki agar pembersihan jalan segera dilakukan meskipun pada malam hari karena sejak kemarin sore hingga menjelang Minggu dini hari ribuan orang akan melintasi jalan tersebut dari Banda Aceh ke Meulaboh. Soalnya, pagi ini sekitar 3.000 penyuluh dari seluruh Aceh akan menuju Meulaboh untuk menghadiri Jambore Penyuluh Pertanian Se-Aceh yang dibuka Plt Gubernur Aceh.(dik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved