Jembatan Darurat Pulau Bangkalak Sulit Dilintasi

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Simeulue menyebabkan sebuah jembatan darurat

Jembatan Darurat Pulau Bangkalak Sulit Dilintasi
Pengguna kenderaan roda dua harus turun dari kenderaan untul melintasi jembatan darurat yang sudah tergenang saat turun hujan, Minggu (4/11/2018), foto direkam di kawasan Pulau Bangkalak, Teupah Selatan, Simeulue 

SINABANG - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Simeulue menyebabkan sebuah jembatan darurat di Pulau Bangkalak digenangi aliran sungai di wilayah itu, Minggu (4/11). Eksesnya, pengguna jalan yang melintas atau menuju Kota Sinabang maupun sebaliknya harus turun dari kenderaan mereka jika ingin melintasi jembatan tersebut. Bahkan, pemilik kenderaan juga dituntut ekstra hati-hati melewati jembatan yang terbuat dari batang kelapa itu.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan permanen yang berada tepat di samping jembatan darurat itu tidak tuntas dikerjakan oleh rekanan beberapa tahun lalu. Sehingga, akhirnya dibuat jembatan darurat untuk bisa dilalui warga yang saban hari melalui kawasan tersebut.

Seorang pengguna jalan, Sastra kepada Serambi mengatakan, jembatan darurat mulai digenangi luapan aliran sungai setelah kawasan itu diguyur hujan selama dua jam lebih dengan intensitas tinggi. “Jembatan daruratnya rendah, jadi kalau hujan lama langsung digenangi air. Yang punya kenderaan roda dua harus turun, karena badan jembatan sudah tidak terlihat dan licin,” katanya.

Warga lainnya menyebutkan, banyak pengguna kendaraan harus menunggu aliran sungai reda dulu untuk bisa melalui jembatan itu. “Tadi, aliran sungai masih deras, jadi kita tunggu. Kalau dipaksakan lewat, takut jatuh ke sungai,” Ina, seorang ibu rumah tangga yang melintas bersama anaknya.

Warga di kawasan itu berharap, pemerintah daerah segera menuntaskan pembangunan jembatan permanen supaya masyarakat yang setiap hari melalui kawasan itu tidak terganggu saat musim hujan. “Padahal, jembatan permanen di sampingnya sudah mau dibangun, tapi tidak selesai. Jangan tunggu korban dulu baru dibangun,” tandasnya.(sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved