Wali Kota Fokus Realisasikan Visi Misi

SEJAK dilantik menjadi Wali Kota Banda Aceh pada 7 Juli 2017 silam, Aminullah Usman bersama Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, fokus

Wali Kota Fokus Realisasikan Visi Misi
WALI Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyerahkan bantuan sosial bagi para penyandang disabilitas, Jumat (11/5), di kantor PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS) di kawasan Simpang Lima 

* Pengangguran Menurun dari 12 ke 7,75 Persen

SEJAK dilantik menjadi Wali Kota Banda Aceh pada 7 Juli 2017 silam, Aminullah Usman bersama Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, fokus dalam merealisasikan visi misi pemerintahannya, sebagaimana telah tertuang dalam RPJM Banda Aceh 2017-2022.

“Visi kami ‘Mewujudkan Banda Aceh yang Gemilang dalam Bingkai Syariah’ dengan tiga pilar pembangunan kota yakni di bidang agama, ekonomi, dan Pendidikan,” kata Aminullah di ruang kerjanya dibalai kota, Minggu (4/11). Dalam bidang agama, ia bertekad dan sangat komit untuk menjadikan Banda Aceh sebagai contoh bagi daerah lain dalam hal penegakkan syariat Islam.

“Saya tegaskan kembali, tidak ada tempat bagi pelanggar syariat Islam di Banda Aceh. Meski begitu, komitmen ini akan berjalan baik, bila semua pihak bersinergi menguatkan penegakan syariat.” Selain itu, katanya, syiar Islam lewat tausyiah dan zikir akbar serta MTQ terus digalakkan. “Dalam menghidupkan syiar Islam, Pemko Banda Aceh telah melaksanakanMTQ di semua kecamatan dan pada September lalu telah kita gelar MTQ tingkat kota.

Syiar Islam lewat dai perkotaan,Festival Anak Saleh, dan Festival Marhaban juga terus kita besarkan,” katanya. Bukan hanya terkait ibadah dan akhlak, dalam hal muamalah termasuk upaya membumikan sistem keuangan yariah, terus didorong. “Salah satu bentuk konkretnya dengan mendirikan Lembaga keuangan mikro syariah PT Mahirah Muamalah Syariah(MMS),” ungkapnya.

“Pendirian PT MMS ini juga untuk memberantas praktik rentenir yang selama ini banyak menjerat pengusaha kecil kita. Di samping itu kami juga terus mendorong lembaga keuangan lain yangberoperasi di Banda Aceh, untuk beralih dari sistem konvensional ke syariah,” tambah Aminullah yang juga menjabat Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh ini.

Untuk menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran yang masih ada di BandaAceh pascatsunami, kata Wali Kota, pihaknya gencar meluncurkan program ekonomi. “Lewat beragam program yang kami adakan, alhamdulillah angka pengangguran bisa turun dari 12 persen menjadi 7,75 persen, dan kemiskinan saat ini masih tersisa sekira tujuh persen.”

“Angka tersebut akan terus kita tekan, salah satunya dengan mengoptimal peran PT MMS dalam memberi bantuan permodalan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah di Banda Aceh. Hingga kini tercatat MMS sudah memiliki 1.680 nasabah, dan 640 pengusaha kecil yang sudah kita bantu,” ujarnya.

“Kemudian lewat Baitul Mal, Disnaker, dan dinas maupun lembaga terkait lainnya bantuan pelatihan hingga peralatan kerja juga terus kita tambah alokasinya. Program santunan kematian dan bantuan paket persalinan juga telah kita luncurkan. Bantuansosial bagi penyandang disabilitas juga telah kita naikkan anggarannya,” tambah Aminullah.

Wali Kota juga mengungkapkan, pada tahun ini pihaknya menyalurkan dana bantuan rehab 200 rumah milik warga miskin di Banda Aceh. “Setiap rumah mendapatkan bantuan rehab sebesar Rp 15 juta. Bantuan ini sistemnya swakelola, dimana akan dikerjakan langsung oleh pemilik rumah. Di samping itu, pembangunan rumah duafa melalui Baitul Mal dan Dinas Perkim juga terus kita tambah,” katanya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved